Pelaku Pembacokan Sruni Dijerat Pasal Berlapis

Kedua pelaku saat diinterogasi Kapolres Lumajang (cho) 
Lumajang, Motim - Kedua pelaku pembacokan terhadap Dulhari (62) dan dan Niman (42), keduanya warga Dusun Sentono, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, yang kini telah mendekam di tahanan Polres Lumajang terancam dijerat pasal berlapis.

Kapolres Lumajang DR AKBP Muhamad Arsal Sahban, SH, S.IK menuturkan kedua pelaku pembacokan Amir Mahmud (22th) dan Kosnadi (26th) warga Desa Sruni Kecamatan Klakah, sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Akibat perbuatannya tersebut, Amir Mahmud dan Kosnadi dijerat pasal percobaan pembunuhan, pasal penganiayaan berat dan juga pasal membawa senjata tajam.

"Dalam kasus pembacokan ini juga ada persangkaan komulatif yang kami terapkan Mas,"tuturnya.

Lanjut Kapolres, peristiwa pembacokan ini sebenarnya diawali oleh persoalan sepele, merasa di lecehkan saat di pepet di jalan, sehingga pelaku mengejar korban sampai kerumahnya lalu cekcok mulut hingga melakukan pembacokan.

Akibat perbuatan kedua pelaku, korban atas nama Dulhari dan Niman masih harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara. "Sekarang masih diperiksa soal sengketa tanah yang sempat rame itu. Masih dalam proses pemeriksaan," ujarnya.

Kasat Reskrim AKP Hasran menambahkan, kedua pelaku dijerat pasal berlapis sesuai dengan perbuatan dan fakta yang terjadi di lapangan.

"Kedua tersangka diancam hukuman pidana Mati, seumur hidup dan atau paling lama 20 Tahun,"tambah Hasran.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini diduga bermula dari permasalahan tanah. Kusnadi dan Amir nekat menganiaya Dulhari dan Niman menggunakan senjata tajam. Akibat kemarahan kedua pelaku, Dulhari mengalami luka robek pada bibir hingga telinga, luka pada bagian pinggang tembus pada paru-paru.

Sedang Niman mengalami luka robek dan patah tulang pada tangan sebelah kanan, luka robek pada atas telinga sebelah kiri, luka robek pada bagian kepala tembus tempurung kepala bagian belakang, luka robek pada pundak kanan, luka robek pada lutut dan paha kaki kiri serta luka robek pada siku kiri. (cho)