Pembangunan 'Bangunan Liar' di Taman Kota Diam-Diam Tetap Berjalan

Lumajang, Motim - Permasalahan pembangunan bangunan liar di taman kota dekat Bundaran Embong Kembar tak kunjung diselesaikan. Selain menyerobot taman yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di lahan PT. KAI, bangunan itu juga berdiri di atas saluran air yang menjadi wewenang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
Bangunan liar di taman kota
Bangunan liar di taman kota
Dari pantuan terakhir, diam-diam pembangunan yang disebut-sebut untuk tempat usaha itu tetap berjalan. Padahal sebelumnya, pembangunan itu sempat dihentikan saat banyak pihak yang menyorotinya.

Kabid Pengairan DPUTR Lumajang, Gunawan, pada media mengatakan kalau bangunan tersebut tidak ada izin untuk menutup saluran. "Kami tidak pernah mengeluarkan izin mas," kata Uun, panggilan akrabnya.

Lanjutntya, pembangunan di atas saluran itu memang bukanya dilarang, tetapi ada aturannya. Permasalahan ini juga masih dikoordinasikan dengan pihak DLH Kabupaten Lumajang. "Harus ada izin dengan berbagai macam ketentuan teknis, bukannya tidak boleh," ungkapnya lagi.

Ketika ditanya terkait kewenangan membongkar, Ia menyatakan kalau Penegakan Perda ada di Satpol PP. Sementara Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP, Erik Kurniawan Satrio Andy, sebelumnya menegaskan, jika pihaknya masih belum bisa melakukan penindakan.

“Karena kita tidak bisa (menindak) sebelum membicarakan dengan yang lain. Kita dalam penegakkan Perda tidak sendiri. Ada beberapa instansi yang include di dalamnya,” katanya pada awak media. (fit)