Sakit Paru-Paru, TKI Asal Lumajang Kembali Meninggal di Malaysia

Lumajang, Motim - Belum genap sepekan, kabar kematian Tenaga Kerja Indonesia asal Lumajang di luar negeri kembali terdengar. Kali ini TKI asal Desa/Kecamatan Randuagung dilaporkan meninggal dunia di Malaysia.
Jenazah TKI tiba di rumah duka
Jenazah TKI tiba di rumah duka
Dari informasi yang didapat Memo Timur, TKI tersebut bernama Nito. Warga Dusun Elosan Rt RT 02 RW 15. Pria berusia 54 tahu itu meninggal dunia di negeri jiran setelah menderita sakit paru-paru.

“Sakit paru-paru,” kata Madiono, Wakil Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang, Minggu (8/9).

Jenazah yang bersangkutan sudah diterbangkan dari Malaysia, Sabtu (7/9) lalu. Pada hari itu juga jenazah tiba tanah air. Dari Bandara Juanda Surabaya, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Lumajang.

“Sekitar pukul 1 siang, tiba di rumah duka,” kata dia.

Diketahui, yang bersangkutan bukanlah TKI yang terdaftar secara resmi alias ilegal. Sehingga biaya untuk pemulangan jenazah ke tanah air, tentu harus ditanggung sendiri oleh pihak keluarga.

“Biaya sendiri pemulangan dari Malaysia,” ungkapnya.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang saat dikonfirmasi terkait ini, mengatakan, juga telah mendapat laporan tersebut. Disnaker juga membenarkan jika yang bersangkutan adalah bukan TKI resmi alias ilegal.

“Iya mas,” ucap Soekarmiati, Kepala Bidang Pengembangan Ketenagakerjaan Dinasker Lumajang.

Sebelumnya, TKI bernama Usman Dakem dari Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko yang meninggal juga di Malaysia. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Alor Gajah Melaka. Jenazahnya sudah tiba di rumah duka, Kamis (5/9) siang. (fit)