Tolak Rute Baru Keputusan Bupati, Karnaval Klakah Tak Bikin Macet

Warga tolak rute karnaval. (cho) 
Lumajang, Motim - Pelaksanaan Karnaval di Kecamatan Klakah, Sabtu (31/8), sempat menjadi polemik. Karena Bupati Lumajang Thoriqul Haq, sebelumnya sempat membuat keputusan mengubah rute yang dilalui. Bupati melarang karnaval itu melintasi jalan nasional. Dengan alasan bisa mengakibatkan macet.

“Saya tetap berkeputusan bahwa kegiatan karnaval atau kegiatan lain, tidak boleh melalui jalur atau mengganggu jalur jalan nasional. Apalagi jalan nasional di sekitar Kedungjajang - Klakah - Ranuyoso yang seringkali terjadi kemacetan akibat sempitnya jalan dan volume kendaraan yang sangat padat,” kata bupati dikutip dari akun facebooknya.

Rute baru yang dimaksud adalah dari Desa Ranupakis hingga Desa Tegal Randu, tanpa melintas atau menyebrang di jalan nasional. Sedangkan rute lama adalah dari Desa Mlawang menuju Desa Klakah.

Dengan adanya putusan ini, warga pun bergejolak. Puluhan massa mengepung Kantor Kecamatan Klakah, Jumat (30/8). Warga menolak rute baru tersebut. Dan meminta karnaval tetap menggunakan rute sebelumnya. Karena tahun-tahun sebelumnya juga menggunakan jalur tersebut.

“Masyarakat klakah secara penuh tidak menyetujui rute yang sudah berlangsung setiap tahun ini dirbah. Jika pemerintah bisa semena-mena pada rakyat, maka rakyat pun juga bisa melakukan hal itu. Karena sudah menjadi tradisi. Pokoknya harus tetap,” kata Kacong, salahsatu warga.

Soal alasan kemacetan, seperti yang disampaikan bupati, Ia menyebut, di Klakah dari dulu memang sudah sering macet. Namun bukan karena adanya karnaval. Sehingga hal itu, menurutnya, tidak bisa menjadi alasan untuk mengubah rute.

“Kalau kemacetan yang dijadikan alasan, Klakah ini sudah dari dulu memang macet. Lebih baik menindak armada pasir saja. Karena masalah kemacetan ini bukan karena karnaval tapi karena banyaknya armada pasir,” jelasnya.

Selain mengepung Kantor Kecamatan, mereka juga sempat memblokades jalan. Sehingga arus lalu lintas sempat tersendat. Warga baru membubarkan diri, ketika pihak kecamatan, memenuhi permintaan mereka.

Akhirnya, Karnaval Klakah pun tetap menggunakan rute lama dan tidak mengindahkan putusan bupati terkait rute baru tersebut. Namun, meski melintas di jalur nasional, nampak tidak ada kemacetan yang disebabkan dari adanya karnaval tersebut.

“Tidak ada macet mas. Karnaval tidak menyebabkan macet,” kata Ahmad, salahsatu warga di sana.

Peserta karnaval tiap melintas di jalan nasional juga dengan sadar diri mempercepat langkahnya. Mereka tidak ingin mengganggu lalu lintas. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan dengan maksimal oleh petugas.

Memang ada sidikit kemacetan sebentar. Namun disebabkan oleh adanya truk pasir yang mogok. Kemudian oleh warga dan petugas didorong bersama-sama. Sehingga lalu lintas cepat pulih lagi. Padahal sebelumnya, sudah ada himbauan, truk pasir untuk sementara dilarang melintas di sana.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua yang mensukseskan acara karnaval sehingga tidak ada kemacetan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Nugraha Yuda pada media. Ia menegaskan, pengamanan dilakukan secara seksama. Buka tutup dilakukan sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang berarti. (cho/fit)