Ungkap Money Game Qnet, Kapolres: Tak Harus Ada Laporan

Lumajang, Motim - Kapolres Lumajang, AKPB M. Arsal Sahban berhasil mengungkap bisnis money game dengan model piramida yang dijalankan Qnet. Upayanya diapreasiasi banyak masyarakat. Karena tak sedikit yang telah menjadi korbannya.
Kapolres dan tersangka dari Qnet
Kapolres dan tersangka dari Qnet
Namun di sisi lain, ada pihak yang mencibir kapolres. Serta menanyakan dasar pengungkapan bisnis tersebut. Disebut pula, pengungkapan ini, tanpa didasari laporan dari masyaraklat sebelumnya.

Kapolres pun menegaskan, dasar pengungkapan Tim Cobra Polres Lumajang, berasal dari LP model A yaitu hasil penyelidikan langsung dari kepolisian tanpa adanya laporan aduan masyarakat. Penyelidikan itu, berawal dari informasi adanya anak yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya yang ternyata bergabung ke QNet di madiun.

“Untuk penanganan kasus perdagangan model piramida tidak memerlukan adanya laporan masyarakat karena Bisnis model piramida adalah kejahatan,” ujarnya.

Lanjutnya, bisnis skema piramida sudah lama dilarang di negara-negara maju. Mereka memiliki aturan yang namanya ‘Piramid Scheme Selling Regulation’ yang melarang semua bentuk perdagangan model piramida.

“Model Bisnis Piramida umumnya hanyalah permainan uang atau biasa disebut “Money Games”. Karena kalaupun ada barang, barang yang diperjual belikan hanyalah kedok untuk mensiasati aturan. biasanya nilai barangnya tidak seberapa, dan bahkan tidak dibutuhkan oleh para member, karena member hanya membutuhkan sistem bisnisnya saja,” lanjutnya.

Bisnis dengan konsep seperti ini, akan merugikan anggota yang baru gabung. “Konsep Bisnis Piramida pada akhirnya akan hancur, disaat tidak ada lagi orang yang mau di rekrut jadi member. dan yang selalu dirugikan adalah member yang dibagian bawah,” tegasnya.

Ia juga berharap, Satgas Waspada Investasi Pusat segera bisa membuat rekomendasi daftar hitam terhadap semua bisnis dengan model skema piramida. “Karena bisnis yang sedang kami tangani saat ini pasti perputarannya sudah Trilliunan Rupiah dan sudah merasuk ke seluruh Provinsi di Indonesia,” pungkasnya. (cho/fit)