21 Warga Lumajang di Wamena Pulang Kampung

Lumajang, Motim - Ada 100 lebih warga Lumajang yang terdampak kerusuhan di Wamena, Papua. Mereka harus ikut mengungsi untuk mendapatkan perlindungan. Bahkan ingin pulang kampung. Sebagian diantaranya sudah tiba di Lumajang.
Perantau di Wamena yang sudah tiba di Lumajang
Perantau di Wamena yang sudah tiba di Lumajang
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang, Dewi Susiayanti menyampaikan, hingga saat ini pihaknya sudah memfasilitasi kepulangan warga Lumajang sebanyak 21 orang. Penjemputan dilakukan di Dinsos Jawa Timur.

"Yang ingin dievakuasi ada 100 orang. Mulai 29 September sampai tadi malam, Minggu 6 Oktober total ada 21 orang dari 18 KK (Kepala Keluarga) yang sudah tiba di Lumajang," katanya saat ditemui di kantornya, Senin (7/10).

Untuk proses pemulangan dari Papua ke Jawa Timur difasilitasi oleh pemerintah di Papua. Namun mereka harus mengantre karena banyak yang juga ingin pulang. “Tapi ada yang pulang secara mandiri, ya harus beli tiket sendiri untuk bisa segera balik,” lanjutnya.

Setelah tiba di bandara atau pelabuhan, mereka dikumpulkan ke Dinsos Jatim. Kemudian dari pemerintah masing-masing daerah melakukan penjemputan di sana. “Baru kita dikabari, kita fasilitasi untuk penjemputan,” ucap Dewi.

Saat ini sebenarnya pihak pemerintah maupun kepolisian di sana sudah menyatakan jika situasi di Wamena mulai kondusif. Diharapkan, para perantau yang ingin pulang kampung berubah pikiran.

“Tapi mereka mengalami trauma, kebanyakan pingin pulang dulu, kalau suasana sudah redah balik ke sana lagi. Karena mereka sudah bermatapencaharian di sana,” jelasnya.

Dewi berharap warga Lumajang di sana yang ingin pulang bersabar. Karena proses pemulangan juga sudah diupayakan secara maksimal. “Kita bantu doa, agar tabah menghadapi cobaan di sana. Kita harapkan warga Wamena juga menerima keluarga kita yang merantau,” harapnya.

Ketika sampai di Lumajang, para perantau ini memang menyatakan trauma atas kejadian tersebut. “Mungkin mereka bisa menyelamatkan diri di Polres atau di Kodim, tidak kepikiran bawa harta benda. Di sini mengalami trauma. Ada sebagian yang pingin balik. Ada juga yang tidak ingin balik,” jelas Dewi.

Lanjutnya, sesuai instruksi dari Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, dalam waktu dekat akan diberikan bantuan kepada mereka yang sudah tiba di Lumajang. "Masih telaah staf, dalam proses pengajuan," pungkasnya. (fit)