Ada Penilaian Adipura, PKL Dipaksa Libur

Lumajang, Motim - Tim Penilai Adipura akan tiba di Lumajang. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang pun memaksa para Pedagang Kaki Lima (PKL) di ruas jalan kawasan kota untuk libur sementara.
PKL di kawasan Jl. Brigjen Katamso
PKL di kawasan Jl. Brigjen Katamso
Personil Satpol PP Lumajang sudah menemui para PKL, Rabu (30/10), untuk membagikan surat edaran agar tidak berjualan. Mereka dilarang berjualan selama 4 hari, mulai 31 Oktober sampai 3 November 2019.

Ada 14 ruas jalan yang wajib steril dari PKL. Diantaranya Jl. Soekarno-Hatta, Jl. Ahmad Yani, Jl. PB Sudirman, Jl. Jendral Suprapto, Jl. Abu Bakar, Jl. Sutoyo, Jl. Prof M Yamin, Jl. Sultan Agung, Jl. Imam Sujai, Jl. Suwandak, Jl. Kyai Ilyas, Jl. Brigjen Katamso, Jl. Gajahmada, dan Jl. Gubernur Suryo.

Salah satu pedagang mengaku, setelah menerima surat itu dirinya mau tidak mau harus menurut. Ia bersedia libur dalam kurun waktu yang ditentukan. Namun bisa saja, Ia tetap berjualan tetapi pindah di tempat lain.

“Mungkin libur dulu mas, atau kalau bisa pindah dulu ke tempat lain yang tidak dilarang,” kata salah satu pedagang di Jl. Brigjen Katamso kepada Memo Timur.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP, Erik Kurniawan Satrio Andy masih belum menanggapi pertanyaan Memo Timur. Terkait kemungkinan adanya PKL yang nekat berjualan apakah akan ditertibkan di hari itu. Telepon dan pesan singkat Memo Timur belum dibalas.

Sedangkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang, Yuli Harismawati menyampaikan, belum bisa memberi kepastian mulai kapan penilaian Adipura di Lumajang akan dilakukan.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya juga masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari Tim Penilai Adipura. “Kami masih persiapan nunggu tim. Belum ada pemberitahuan,” kata Yuli. (fit)