Angka Stunting di Lumajang Terus Ditekan

Lumajang, Motim - Stunting atau kondisi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan orang normal seusianya menjadi masalah cukup serius. Bukan hanya di Lumajang, namun juga di Jawa Timur maupun Indonesia. Untuk itu, penanganan terus dilakukan untuk menekan angka stunting.
Pelatihan SDM Kecamatan Sukodono
Pelatihan SDM Kecamatan Sukodono
Salah satu upayanya, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Sukodono menggelar Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk penanganan dan pencegahan stunting. Khususnya di desa se-Kecamatan Sukodono, Selasa (1/10) di Gedung PGRI Sukodono.

Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Sukodono, Mustofa menyampaikan, masalah stunting kini menjadi urgensi. Sehingga bukan hanya tanggungjawab dari Kementerian Kesehatan, namun juga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Ini diwajibkan oleh Kemendes. Kemendes minta desa untuk membantu menurunkan angka stunting. Maka desa harus lebih pro aktif untuk ini,” katanya.

Ia menjelaskan, di Jawa Timur, ada 11 daerah yang masuk di zona merah atau dengan jumlah kasus stunting yang tinggi. Dan 11 daerah itu yang menjadi fokus saat ini. Namun untuk Lumajang tidak masuk di zona merah.

“Maka kader desa nanti kita harapkan bekerja optimal di 2020. Kita akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan untuk mengurangi angka stunting,” tegasnya.

Sementara Camat Sukodono, Bayu Ruswantoro menekankan, agar pemerintah desa memiliki komitmen dalam penanganan stunting. Upaya pencegahan stunting juga harus didukung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Jadi bisa sinergitas dengan Dinkes, saling melengkapi,” katanya.

Dalam pelatihan yang dihadiri para kader dan sekretaris desa ini, Ia menegaskan harus ada tindak lanjut dan konsistensi. Meksipun ada permasalahan, harus diselesaikan. Jangan sampai apa yang dilakukan, pupus di tengah jalan.

“Karena apa yang bagus menurut kita, namun di tingkat bawah belum tentu cocok. Ini yang tahu kader,” jelasnya.

Sebagai pemateri, ada Bidan Desa Nur Hayati yang menjelaskan mengenai stunting. Termasuk cara pencegahan dan penanganannya. Ia menyampaikan, pecegahan kasus stunting yang harus utama dilakukan. “Jadi lebih bagus mencegah,” ucapnya. (fit)