Asman, TKI Asal Pasrujambe Tewas usai Kecelakaan di Malaysia

Lumajang, Motim - Jenazah Asman, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lumajang meninggal dunia di Malaysia tiba di Lumajang, Sabtu (6/10) malam. Dari laporan Serikat Buruh Migran (SBMI) Lumajang, Ia tewas usai kecelakaan di Negeri Jiran.
Jenazah tiba di rumah duka
Jenazah tiba di rumah duka
Jenazah tiba di Bandara Juanda pukul 18.30 WIB. Kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Ngambon Desa Jambe Kumbu Kecamatan Pasrujambe. Tiba di sana pukul 23.00 WIB. Jenazah dimakamkan malam itu juga.

"Setelah di salatkan langsung di makamkan di desa Jambekumbu," ucap Wakil Ketua SBMI Lumajang Madiono.

Ia menjelaskan, Asman tewas usai kecelakaan tunggal. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Kecelakaan terjadi Selasa (1/10) lalu sekitar pukul 9 malam waktu setempat. Pria kelahiran 1972 itu mengendarai motor dari Klang Banting, tempat tinggalnya di Malaysia.

Asman dilarikan ke Rumah Sakit Ampuan Rahimah. Ia mendapat tindakan medis dan dilakukan operasi. Karena kepalanya mengalami pendarahan. Namun pada Kamis (3/10) pagi yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.

"Jam 7 (waktu setempat) Pak Asman meninggal dunia," kata Wakil Ketua SBMI Lumajang Madiono, Jumat (4/10).

Tetapi pihak keluarga memiliki keterbatasan biaya untuk pembayaran rumah sakit. Akhirnya keluarga menghubungi SBMI Lumajang agar bisa membantu.

"Keluarga Pak Asman hanya sanggup untuk biaya pemulangan jenazah saja ke Indonesia. Dan untuk biaya pengeluaran jenazah (dari rumah sakit) keluarga gak punya biaya," ucap Madiono.

SBMI pun bekerjasama dengan LPBHNU melakukan koordinasi ke Dinas Tenaga Kerja Lumajang. Agar bisa dihubungkan dengan KBRI LP3TKI untuk bantuan ambulan dan pengeluaran jenazah dari kargo bandara.

Koordinasi juga dilakukan dengan KBRI Malaysia agar dapat bantuan biaya rumah sakit. "Namun pihak KBRI tidak ada dana untuk biaya pengeluaran jenazah dari rumah sakit tersebut," ujarnya.

Akhirnya SBMI dan LPBHNU minta bantuan ke Anggota DPR RI Bambang Hariyadi dan mendapat sumbangan Rp 10 juta. Karena masih kurang, oleh Bambang diarahkan ke Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati. Akhirnya dapat sumbangan dari Pemkab Lumajang Rp 10 juta.

"Akhirnya biaya pengeluaran jenazah dari rumah sakit Malaysia sudah ada," terangnya.(fit)