Berstatus Tersangka, Kades Pajarakan Tetap Bertarung di Pilkades

Lumajang, Motim - Kepala Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung, Marhen telah ditetapkan tersangka oleh Polres Lumajang. Diketahui, yang bersangkutan kembali mencalonkan diri lagi di Pemilihan Kepada Desa (Pilkades).
Polres mengamankan motor bodong di Pajarakan
Polres mengamankan motor bodong di Pajarakan
Meski berstatus tersangka, pencalonannya tidak digugurkan. “Jadi kalau tersangka, itu masih diberikan hak untuk mencalonkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pembedayaan Manusia dan Desa (DPMD) Lumajang, Syamsul Arifin pada Memo Timur, Rabu (2/10).

Lanjutnya, sejak 25 September 2019 Marhen sudah ditetapkan sebagai calon kades. Sebagai petahana dirinya sudah cuti sesuai aturan yang berlaku. Dalam Pilkades Pajarakan, ada 2 calon yang telah mendaftar. Selain petahana, ada nama Sukianto.

“Kalau incumbent yang nyalon, posisinya sudah cuti sesuai dengan surat dari bupati,” ungkapnya.

Syamsul menjelaskan, seorang kades yang terjerat hukum jika tuntutannya di atas 5 tahun penjara maka akan diberhentikan sementara. “Nanti kalau dalam proses di Tipikor atau yang lain tuntutan di atas 5 tahun penjara, maka kades itu harus diberhentikan sementara,” ungkapnya.

“Kemudian kalau sudah inkrah keputusan itu, maka kepala desa diberhentikan. Jadi ini masih proses. Kita menunggu (hasil) di sana,” tambahnya.

Kades Pajarakan ditangkap Tim Cobra Polres Lumajang, karena kedapatan memiliki 2 unit sepeda motor bodong dan 10 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) diduga hasil kejahatan. Polisi juga mengamankan sepucuk pistol jenis airshofgun.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH M.Hum saat dikonfirmasi menegaskan, Marhen sudah ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Namun pihaknya untuk sementara belum bisa memberikan keterangan lebih banyak. “Masih kita dalami,” ungkapnya. (fit)