Diterjang Abrasi Lagi, Panti TPI Makin Parah

Lumajang, Motim - Pantai di Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari atau lebih dikenal sebagai Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) kembali diterjang abrasi. Akibatnya, pantai tersebut saat ini kondisinya kian parah.
Kondisi Pantai TPI Bulurejo pasca abrasi
Kondisi Pantai TPI Bulurejo pasca abrasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melaporkan, abrasi terjadi, Minggu (27/10). Saat itu ketinggian ombak mencapai 5 meter. Dampaknya, bangunan warung yang sebelumnya sudah terkena abrasi, semakin hancur.

“Ya tetap sisa warung-warung sepanjang Bulurejo itu. Tidak ada warung baru yang terdampak,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo pada Memo Timur, Senin (28/10).

Atas peristiwa ini, BPBD sudah menghimbau masyarakat untuk selalu waspada. Khusunya pada nelayan untuk tidak pergi melaut dulu menunggu ombak normal. Karena angin juga masih sangat kencang.

“Karena pantai selatan saat ini seperti itu, memasuki masa transisi dari kemarau ke hujan,” ucapnya.

Meski sudah langganan diterjang abrasi, masih banyak warung di sekitar lokasi yang jaraknya dengan bibir pantai sangat dekat. Padahal jarak aman para pedagang dengan bibir pantai seharusnya 500 meter.

“Harusnya jaraknya 500 meter dari bibir pantai. Tapi mereka tidak mau, kalau ada apa-apa mereka tahu sendiri resikonya,” ucapnya.

Namun warga di pemukiman di dekat pantai tersebut dianggap masih aman. Karena jarak pantai dengan rumah penduduk sekitar 5 kilometer. “Untungnya ke rumah penduduk masih jauh,” kata Wawan.

Sejauh ini, abrasi memang bisa sewaktu-waktu menerjang pantai tersebut. Karena diketahui, tanggul penghalang ombak sudah jebol, karena sudah tak kuat menahan ombak. Tanggul darurat yang dibuat juga rusak lagi diterjang ombak.

Untuk itu BPBD sudah menempatkan relawan di sana untuk memantau pantai. Namun saat ini bukan hanya di Bulurejo, tetapi di sepanjang pantai selatan terus dipantau akhir-akhir ini. Karena cuaca yang tidak menentu.

“Karena masa transisi, khawatir tiba-tiba hujan, angin kencang. Kita antisipasi itu. Relawan setiap saat memantau di sana, terutama di daerah Wotgalih, Dampar, Watu Pecak, Tegalrejo, dan Bulurejo,” ucapnya. (fit)