Dituduh Rusak Rumah Tangga Orang, Wanita Ini Berniat Lapor Polisi

Lia saat mendatangi kantor Memo Timur (cho)
Lumajang, Motim - Seorang perempuan muda berambut pirang yang bekerja di sebuah warung di jalan lintas timur (JLT) sebut saja Lia asal Kecamatan Mumbulsari Jember, mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari wanita berinisial Ta warga Dusun Galingan, Desa Boreng, Kecamatan Kota Lumajang.

Ta menuduh Lia merusak keharmonisan rumah tangganya yang menyebabkan Ta bersama suaminya yang kini sedang bekerja di negeri jiran Malaysia sering bertengkar via telepon Tak terima dengan tuduhan itu, Lia berencana akan melaporkan Ta ke Polisi bermaksud tuduhan itu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya secara hukum.

"Untuk apa ikut campur urusan rumah tangga orang. Mendingan ngurus rumah tanggaku sendiri sama suami Pak," ucap Lia saat di kantor Memo Timur Jum'at (25/10).

Lia juga menyampaikan bahwa Ta merupakan teman kerja. Setiap kali Ta bertengkar dengan suaminya, pasti dirinya yang dituduh sebagai pemicunya.

Beberapa waktu yang lalu kata Lia, suami Ta menghubungi dirinya via WhatsApp bertanya tentang Ta. Suaminya itu menuduh Ta melakukan perbuatan diluar nikah dengan lelaki lain."Saya jawab, saya tidak tau. Saya juga tidak ngurus perihal orang lain,"katanya.

Tak lama kemudian, dirinya mendapat pesan singkat dari Ta via WhatsApp yang menuduh dirinya mengadukan tentang Ta pada suaminya. Karena tidak merasa berbuat,dirinya langsung menghubungi suami Ta via WhatsApp.

Isinya dirinya marah pada suaminya Ta, karena tidak merasa melakukan itu semua. Namun, suami Ta tidak membalasnya. Dirinya juga sudah menjelaskan semua kepada Ta. Tapi, dia tidak percaya dan tetap menuduh dirinya melakukan hal itu.

"Jika tetap tidak menuduh saya seperti itu dan tidak segera minta maaf, saya akan menempuh jalur hukum melaporkan Ta ke polisi. Biar tidak menjadi fitnah,"jelas Lia.

Secara terpisah Kapolsek Kota Lumajang Ipda Darmanto saat dikonfirmasi terkait hal itu mengaku belum menerima laporan. "Mungkin belum melapor. Coba saya tanyakan ke anggota yang piket," ungkap Kapolsek Kota Lumajang. (cho)