Jalur Alternatif Tambang Pasir Belum Optimal

Lumajang, Motim - Jalur alternatif armada tambang pasir masih belum optimal sampai saat ini. Masih banyak truk pasir yang akhirnya tidak melewati jalur tersebut. Para sopir memilih tetap melintas di jalan desa atau yang padat penduduk.
Bupati menemui warga dan sopir truk
Bupati menemui warga dan sopir truk
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menegaskan, pihaknya akan berupaya mengoptimalkan jalan alternatif tersebut. “Saya berkeputusan tetap, truk tambang pasir tidak boleh melewati jalur padat penduduk,” tegasnya.

Ia juga mengakui, pembangunan infrastruktur jalan alternatif belum optimal mengakibatkan para supir truk kembali melewati jalan padat penduduk. Hal ini membuat potensi konflik antara supir truk dengan warga kembali muncul.

"Jalan khusus tambang pasir memang harus dituntaskan. Nah sekarang sudah bisa dilewati, memang masih belum sempurna iya, tapi begitu sudah bisa dilewati ya harus dilewati dengan segala konsekuensi," katanya.

Agar jalur itu bisa lebih optimal, Ia meminta, agar para supir truk melakukan iuran untuk perbaikan dan pembangunan jalan alternatif. Iuran itu harus lebih terbuka dan transparan dalam pengelolaannya.

“Dengan begitu jalan tambang pasir yang secara swadaya dilakukan pembangunan, betul-betul dapat dimanfaatkan sesuai dengan harapan para supir truk tambang pasir,” pungkasnya.(fit)