Kekeringan di Kecamatan Gucialit Paling Parah

Lumajang, Motim - Kekeringan di Lumajang masih terus berlangsung. Suplai air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus dilakukan di daerah terdampak. BPBD menyebut, daerah paling parah ada di Kecamatan Gucialit.
BPBD menyuplai air bersih di daerah kekeringan
BPBD menyuplai air bersih di daerah kekeringan
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo menyampailkan, ada sejumlah desa di Gucialit yang paling parah. Yakni di Desa Wonokerto, Dadapan, dan juga Pakel.

Di sana bisa dibilang sudah tidak ada mata air. “Pas kemarau panjang ini, semua sumber mata air mati di Gucialit. Biasanya hanya satu mata air yang mati. Tapi sekarang banyak yang mati di sana,” ungkapnya, Senin (14/10).

Padahal sebelumnya, BPBD telah menghapus Kecamatan Gucualit dari peta daerah yang terdampak kekeringan. Karena sebelumnya, mata air di sana diprediksi bisa mengalir dengan lancar. “Tapi pas kemarau habis airnya, maka kita droping lagi,” kata Wawan.

Lanjutnya, sejauh ini jumlah suplai air per hari masih tetap sejak Juni lalu. “Sama untuk droping masih dilakukan. Prediksi bulan depan sudah hujan. Droping akan dilakukan hingga November,” ucapnya.

BPBD juga memberikan pinjaman mobil tangki ke desa yang bersedia memberikan pelayanan air bersih sendiri. Diantaranya ada Wates Wetan (Ranuyoso), Wates Kulon (Ranuyoso), Penawungan (Ranuyoso), dan Kedawung (Padang). (fit)