Komisi C Soroti Dishub, Soal PAD Parkir dan KIR

Komisi C kunjungi Dishub Lumajang. (*)
Lumajang, Motim - Komisi C DPRD Lumajang telah melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Perhubungan (Dishub), Senin (14/10). Dalam kesempatan ini Komisi C banyak menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi tanggungjawab Dishub.

Diantaranya adakah mengenai Pendapatan Aslin Daerah (PAD) yang bersumber dari parkir dan juga uji kendaraan berkalan atau Uji KIR. Dewann berharap Dishub mampu mengoptimalkan PAD dari dua hal itu.

“Jadi bagaimana di 2020 bisa meningkatkan PAD,” kata Ketua Komisi C, Trisno, Selasa (15/10).

Ia menjelaskan, untuk PAD dari parkir, potensinya bisa mencapai Rp 5 miliar per tahun. Namun saat ini melalui sistim konvensional, Ia menyebut targetnya tahun ini hanya Rp 800 juta. “Ini pasti merugikan,” kata dia.

Kemudian terkait pendapatan dari Uji KIR, Ia juga ingin agar bisa dioptimalkan. Karena Ia menilai, saat ini kerusakan jalan di Lumajang tidak sebanding dengan pendapatan dari Uji KIR. “Dishub harus meningkatkan, kerusakan ini tidak sesuai dengan pendapatan,” ungkapnya.

Satu lagi pihaknya menambahkan, untuk masalah Penerangan Jalan Umum PJU). Jika pemasangan PJU itu harus diutamakan di tempat-tempat yang dinilai rawan aksi kriminalitas. Seperti pembegelan yang terjadi di tempat yang minim pencahayaan.

“Dishub ini harus menempatkan PJU di tempat yang rawan,” kata dia.

Lanjutnya, pemasangan PJU bukan hanya didasarkan pemerataan. Namun harus dilihat mana yang paling dibutuhkan di masyarakat. “Karena ada oknum yang minta desanya diterangkan dulu. Jadi bukan pemerataan, tapi mencari titik rawan yang sekiranya terhindar dari kriminalitas,” pungkasnya. (fit)