Komplotan Rampok Bercadar Jarah Rumah Warga Sarikemuning

Lumajang, Motim - Komplotan perampok bercadar dan bersenjatakan celurit, satroni rumah Sukesi dan Suhardi, keduanya warga Dusun Maduran, Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, pada Sabtu (12/10) sekira pukul 02.40 WIB.
Rumah Sukesi
Rumah Sukesi
Perampok berpakaian serba gelap tersebut berhasil menggasak harta benda milik Sukesi berupa kalung emas yang dibeli dari Malaysia seberat 50 gram, uang tunai sebesar RM 3.000 jika diuangkan sekira 10 juta lebih dan uang sisa membayar tukang sebesar Rp. 1.500.000.

Sedang Suhardi harus kehilangan 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion dan 2 buah Handphone merk Samsung. Kerugian kedua korban diperkirakan mencapai 50 juta lebih.

"Kata korban perampok yang masuk berjumlah 3 orang, berlogat jawa," kata kerabat korban yang enggan namanya disebutkan.

Menurut keponakan yang sempat dikalungi celurit oleh pelaku, pagi itu dia sedang leyehan bermain HP di rumah Sukesi yang sedang direnovasi. Saat asik bermain HP, tiba-tiba dia melihat ada beberapa orang tak dikenal berpakain gelap memegang celurit dan wajahnya menggunakan cadar menuju ke rumah Suhardi.

Merasa takut terjadi hal yang tak diinginkan, keponakan itu berlari keluar rumah berniat hendak membangunkan keluarga juga kerabatnya.

Tapi gagal, karena saat berusaha nyelinap keluar rumah, sarung yang dikenakan kecantol kursi dan jatuh dan ketahuan pelaku terus didatangi dan dikalungi celurit terus dibawa masuk ke rumah Sukesi.

Beberapa saat kemudiaƱ, datang pelaku yang lain juga sama menghunus celurit sambil membawa Suhardi dan istrinya.

"Korban dikumpulkan jadi satu di rumah Sukesi dijaga pelaku sambil menghunus celurit," ujarnya.

Saat korban ketakutan itulah, perhiasan emas Sukesi dan uangnya dikuras. Termasuk sepeda motor Suhardi berikut HP juga diembat kemudian kabur.

Sebelum kabur, komplotan perampok mengancam para korban agar tidak berteriak. Begitu melihat pelaku kabur, korban terus berteriak minta tolong. Warga pun berdatangan.

Mendengar cerita korban, warga terus menghubungi Polsek Senduro. Tak lama kemudian petugas Polsek Senduro juga Tim Cobra tiba di lokasi kejadian.

"Saya berharap Tim Cobra bisa mengungkap dan menangkap para pelakunya. Sebelum kabur, perampoknya sempat mengancam korban agar tidak berteriak," terangnya.

Kapolsek Senduro, Iptu Joko Witoro saat dikonfirmasi Memo Timur membenarkan kejadian tersebut. "Masih diselidiki diback up Tim Cobra," katanya.(cho)