Korban Kerusuhan Wamena Dapat Pendampingan

Korban kerusuhan di Wamena dipulangkan. (*)
Lumajang, Motim - Seratus lebih warga Lumajang yang menjadi korban kerusuhan di Wamena-Papua sudah berhasil dipulangkan. Saat ini Pemkab Lumajang akan terus melakukan pendampingan kepada mereka. “Kami sekarang melakukan pendampingan terus. Penanganan dilakukan Dinas Sosial,” kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq pada wartawan.

Seperti diketahui, kondisi mereka saat ini masih dibayang-bayangi trauma. “Sekarang masih recovery psikologi. Bertemu dengan keluarganya, bersama masyarakat. Saya rasa masih dalam proses menghilangkan trauma,” lanjutnya.

Pendampingan yang dimaksud diantaranya untuk mengetahui siapa yang masih berkeinginan untuk kembali lagi ke Wamena setelah kondisi di sana aman atau mereka yang berkeinginan tetap di Lumajang.

Jika mereka memilih tetap di Lumajang, maka selanjutnya bisa dilakukan pendampingan untuk usaha yang akan mereka jalankan. “Kalau sekiranya perlu pendampingan terhadap usaha yang akan dilakukan, nanti ada dari dinas terkait,” ujarnya.

Setiba di Lumajang, para korban ini juga telah mendapat bantuan dari provinsi, Dinsos, BPBD. “Ada beberapa bingkisan untuk mereka untuk mengawali hidup di Lumajang. Tapi memang berikutnya, kami akan coba terus intens berkomunikasi,” ucap bupati.

Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan Pemprov Jatim terkait warga Lumajang di Wamena yang masih ingin pulang. “Karena kepulangan dari Wamena bukan hanya dari Lumajang saja, tapi seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur yang dikooridinasikan langsung oleh gubernur,” pungkasnya. (fit)