Masalah PJU Banyak Diadukan Masyarakat

Petugas Dishub melakuka perbaikan PJU. (*)
Lumajang, Motim - Masalah Penerangan Jalan Umum (PJU) akhir-akhir ini banyak diadukan masyarakat. Seperti yang terpantau di media sosial (medsos), banyak pengaduan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang. Misalnya masalah PJU mati atau jalan masih belum ada penerangannya.

Plt Kepala Dishub Lumajang Nugraha Yudha juga mengakui hal ini. Ia menyebut, pengaduan masyarakat soal PJU menjadi nomor satu dibandingkan bidang lainnya yang ditangani oleh Dishub.

“Dari dumas (pengaduan masyarakat) yang masuk, tertinggi selama ini PJU, kemudian lalu lintas, dan angkutan,” katanya pada wartawan.

Nugraha menegaskan, dari pengaduan soal PJU yang masuk, pihaknya sudah berusaha merespon secepatnya. “Dengan segala keterbatasan yang ada, kami harus melakukan optimalisasi penanganan. Kalau hari itu bisa kami lakukan hari itu, kami lakukan hari itu,” tegasnya.

Ia mengakui jika ada keterbatasan terkait pemeliharaan PJU. Baik itu dari anggaran, tenaga, material, maupun sarana lainnya. Saat ini di Lumajang ada sekitar 7.700 titik PJU, namun anggaran pemeliharaan kurang dari separuh jumlah PJU yang ada.

“Jadi logikanya, anggaran pemeliharaan itu paling tidak separuh dari jumlah titik yang ada. Tapi selama ini jauh dari itu. Jadi kondisi di lapangan ada beberapa pelakukan khusus ketika menghadapi PJU yang ada materialnya,” jelas dia.

Dishub juga hanya memiliki satu mobil skylift. Jumlah persinil untuk penenganan PJU hanya ada 12 orang saja. Mereka kemudian terbagi dalam dua regu. Masing0masing regu bertanggungjawab untuk wilayah utara dan selatan.

“Jadi untuk kendaraan (skylift) kami lakukan secara bergantian. Tahun ini ada rencana penambahan. Adanya tambahan ini, paling tidak bisa mengurangi (masalah PJU) itu,” pungkasnya. (fit)