Ngap-Ling, Solusi Jalan Berlubang di Lumajang

Peluncuran Program Ngap-Ling. (*)
Lumajang, Motim - Pemkab Lumajang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang telah meluncurkan Program Ngap-Ling (Ngaspal Keliling). Ini merupakan program inovasi, sebagai jawaban dan solusi masalah jalan berlubang di Lumajang.

Program itu resmi diluncurkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Thoriqul Haq - Indah Amperawati di Desa Tempeh Kidul Kecamatan Tempeh, Kamis (24/10). Di lokasi tersebut, Tim Ngap-Ling juga langsung melaksanakan tugas pertamanya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, program ini untuk mempercepat kinerja pemerintah dalam menyelesaikan kewajiban di bidang infrastruktur. Khususnya memperbaiki jalan berlubang.

"Jadi fokus Ngap-Ling ini bekerja keliling untuk mencari dimana ada jalan-jalan yang perlu diperbaiki yang kerusakannya tidak lebih 25 persen," katanya didampingi Kepala DPUTR Lumajang Karna Suswandi.

Dengan adanya program ini, bupati menegaskan, akan banyak jalan yang masa berlakunya semakin panjang. Sehingga jalan dengan kondisi bagus bisa lebih lama dinikmati masyarakat.

"Karena ini sebagai bagian dari kebutuhan dasar masyarakat di infrastruktur," jelasnya.

Sementara ini Ngap-Ling masih fokus untuk perbaikan jalan kabupaten. Namun nantinya ada kemungkinan jalan desa juga akan ikut ditangani pula. "Kita coba petakan nanti yang jalan desa, jika kita sudah selesaikan tugas jalan kabupaten," ucap bupati.

Thoriq memberikan masyarakat keluasan untuk melaporkan adanya jalan berlubang untuk ditindaklanjuti oleh Tim Ngap-Ling. Ada banyak sarana bagi masyarakat untuk melapor. Bisa melalui call center yang ada atau Grup Facebook Lapor Lumajang.

"Nanti diiventaris laporan itu, yang akan ditindaklanjuti Tim Ngap-Ling," ujar dia.

Ia bisa memastikan Tim Ngap-Ling bisa cekatan dalam menindaklanjuti laporan yang masuk. Targetnya maksimal 3X24 jam, tim sudah turun ke lokasi jalan yang dilaporkan untuk melakukan inventaris.

"Selanjutnya ditindaklanjuti secara bertahap sesuai dengan jadwal yang ada di masing-masing wilayah kerja Tim Ngap-Ling," jelas bupati.

Memang tim kerja di 5 wilayah yang ada berbeda waktu penanganannya. Tergantung banyak tidaknya jalan rusak di wilayah itu yang harus ditangani.

Saat ini sudah ada 5 tim yang akan bertugas di 5 wilayah. Masing-masing sudah dilengkapi peralatan yang memadai. Ke depan juga ada kemungkinan ada tambahan tim kerja dan peralatan.

"Saya berharap ini nantinya menjadi inovasi yang sekiranya bisa mempercepat pembangunan, sehingga akan kita tambah fasilitasnya," pungkasnya.

Kepala DPUTR Lumajang Karna Suswandi menambahkan, Ngap-Ling adalah inovasi pelayanan pada masyarakat agar selalu bisa menikmati jalan yang bagus. Serta menjaga keselamatan pengendara di jalan.

"Agar masyarakat bisa berkendara dengan baik, berlalu lintas dengan baik tanpa ada keraguan jatuh di jalan berlubang," ujarnya.

Selain menunggu laporan masyarakat, Ia menegaskan, tugas Tim Ngap-Ling adalah mencari jalan berlubang dan membenahinya. "Tugas kita cari lubang tutup lubang," lanjutnya.

Sementara jika ada jalan dengan kerusakan lebih dari 25 persen, nantinya akan dianggarkan dalam APBD. Kemudian masyarakat juga harus paham, mana jalan yang menjadi kewenangan kabupaten atau bukan. Karena tidak semua jalan menjadi wewenang kabupaten.

"Ada jalan nasional menjadi wewenang pemerintah pusat, jalan provinsi wewenang Pemprov, jalan kabupaten wewenang Pemkab, dan jalan desa menjadi wewenang desa. Sehingga masyarakat bisa cerdas dalam melaporkan itu," pungkasnya. (fit)