PAD Pasir Jauh dari Target, DPRD: Ayo Bangun dari Tidur

Wakil Ketua DPRD Lumajang Oktaviani. (fit)
Lumajang, Motim - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tambang pasir hingga saat ini masih jauh dari target. Pasalnya sampai Oktober 2019, PAD pasir masih di angka Rp 7 miliar. Padahal target yang dipasang adalah Rp 37 milliar.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang pun menyoroti kondisi ini. DPRD ingin Pemkab Lumajang bergerak cepat di penghujung tahun ini. Meskipun target itu nantinya mungkin tidak tercapai, namun diharapkan setidaknya ada penambahan yang lumayan.

“Jadi ayo kita bangun dari tidur. Harus semangat untuk masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Lumajang Oktaviani pada wartawan, Minggu (20/10).

Menurutnya saat ini juga masih belum terlambat. Jika terus berusaha, ada peningkatan di dua belan terakhir 2019. “Kita akan berusaha, Insyallah dari kurangnya beberapa bulan ini, harus ada peningkatan, walau (target) tidak sempat tercapai,” tegasnya.

Lanjutnya, ada banyak hal yang harus dibenahi di tahun ini, sehingga PAD yang didapat masih minim. Ia pun membandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya saat jumlah pemilik izin masih sedikit. Namun PAD yang didapat dinilai optimal.

“Kita akan berkaca ke pengalaman dulu, pas pasir itu ada 6-8 penambang (pemilik izin), target kita sudah Rp 6 miliar. Tapi kita sekarang ada 53 tapi masih tetap begini. Mangkanya kita akan belajar ke yang dulu,” ujar Koordinator Komisi C itu.

Pihaknya sudah berusaha bersinergi dengan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang untuk mengoptimalkan PAD pasir. “Apa sih keinginan dan kekurangannya dinas terkait kayak BPRD kenapa tidak maksimal,” ucapnya.

“Kita akomodasi ketidakmakismalanya. Dan setelah itu kesulitannya ya kita bantu. Jadi jangan ada sekarang kayak dinas itu ngomong, oh kita kekurangan begini jadi tidak bisa melangkah begini,” kata politisi Gerindra itu. (fit)