Pelaku Seni Butuh Perhatian Pemkab

Jagong Bareng DKL. (*)
Lumajang, Motim - Ketua Dewan Kesenian Lumajang (DKL) Gatut menegaskan, di Lumajang kaya akan budaya seni dan para pelaku seni yang baru. Itupun dinilai masih banyak yang belum bisa dikembangkan

Untuk itu Ia berharap kedepan Pemerintah Kabupaten Lumajang semakin memperhatikan para pelaku seni. Sehingga mereka bisa mengembangkan bakat-bakat mereka dan bisa diterima di masyarakat.

"Saya berharap pemerintah segera memberikan tempat kepada para pelaku seni, untuk mempertontonkan kesenian sesuai kemapuan masing-masing," ujarnya saat Njagong dan Ngopi Bareng DKL, di Pendopo Arya Wiraraja. Senin (21/10) malam.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq pun menegaskan, pada tahun 2020 pihaknya menginginkan agar kesenian dapat menjadi jujugan pariwisata melalui event tahunan yang terjadwal. Karena menurunya kesenian dan kebudayaan di Lumajang memiliki nilai jual yang tinggi apabila dioptimalkan.

"Saya berkeinginan supaya untuk membuat event kepariwisataan yang terjadwal dengan pasti, mulai dari godril, jaran kencak, glipang, ada banyak kebudayaan yang bisa diexpose, kita punya kebudayaan yang mempunyai nilai jual misalnya suroan di Sumbermujur dan sebagainya," jelasnya.

Menurutnya, saat ini Pemkab. Lumajang telah menyediakan sarana bagi insan seni untuk menyalurkan keseniannya di Gedung Kesenian Sudjono. "Dewan Kesenian Lumajang mempunyai peran penting dalam pengembangan sektor kepariwisataan. kami berkeinginan untuk memfasilitasi dengan menyediakan sarana, Gedung Sudjono akan kami bongkar, full mandatorynya untuk kesenian, nanti ada seperti tribun dan pentas," ungkapnya. (fit)