Penahanan Kades Pajarakan Ditangguhkan

Lumajang, Motim - Kepala Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung, akhirnya bisa menghirup udara segar setelah permohonan penangguhan penahanan yang diajukan dikabulkan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang, Senin (9/10) malam.
Kasat Reskrim AKP Hasran, SH, M.Hum
Kasat Reskrim AKP Hasran, SH, M.Hum
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH., M.Hum saat dikonfirmasi Memo Timur membenarkan penangguhan penahanan terhadap Kepala Desa Pajarakan tersebut. “Yang memohon penangguhan penahanan itu adalah istrinya tadi malam dan Marhen sudah keluar,” tuturnya.

Meski penangguhan penahanan itu dikabulkan, kata Hasran bukan berarti proses hukum terhadap Marhen selaku Kepala Desa Pajarakan atas kasusnya yang diduga sebagai penadah barang hasil kejahatan berhenti sampai disitu. “Kasus Kepala Desa Pajarakan itu terus berlanjut hingga ke meja hijau,” katanya.

Saat ditanya apa yang menjadi pertimbangan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan itu Kasat Reskrim menyampaikan istrinya memberikan jaminan bahwa Marhen tidak akan melarikan diri, juga tidak akan menghilangkan barang bukti (BB).

Tak kalah pentingnya adalah agar Marhen bisa melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Kepala Desa Pajarakan sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dan berjalan seperti sebelumnya. “Itulah yang menjadi pertimbangan kami Mas,” terang Hasran.

Untuk diketahui, Marhen Kepala Desa Pajarakan Kecamatan Randuagung diamankan Tim Cobra Polres Lumajang dalam operasi sepeda motor bodong pada Sabtu (28/9), karena kedapatan memiliki 2 unit sepeda motor bodong, 10 unit Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang diduga hasil kejahatan.

Tak hanya itu, dari Marhen Tim Cobra juga menyisita sepucuk pistol jenis Airsofgun. Atas perbuatannya itu, Kades Pajarakan ditahan di rumah tahanan Polres Lumajang dengan dijerat pasal 480 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penadahan barang hasil kejahatan. (cho)