Pendangkalan, Kali Temi Sering Meluap ke Rumah Warga

Kondisi Kali Temi di Kelurahan Jogotrunan. (*) 
Lumajang, Motim - Kondisi Kali Temi di Keluarahan Jogotrunan saat ini memprihatinkan. Sungai di kawasan kota itu mengalami pendangkalan yang serius. Kondisi itu menyebabkan sungai sering meluap saat hujan deras. Saat kemaru, masalah lain yang muncul adalah bau sungai yang tak sedap muncul.

Sehingga normalisasi perlu segera dilakukan untuk mengatasi ini. Masalahnya, sungai tersebut juga banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk ternak ikan di karamba. Jadi, ketika akan dilakukan normalisasi karamba yang ada perlu dibongkar lebih dulu.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang sudah meninjau ke sana, sudah meminta agar karamba yang ada dibongkar. Kemudian secara bersama-sama melakukan normalisasi dengan pihak terkait.

“Jika tidak dilakukan, maka Kali Temi akan semakin dangkal,” katanya.

Bupati juga berharap agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai. Karena tak jarang, saat musim kemarau atau debit air menurun banyak sampah yang tersendat dan menimbulkan bau tak sedap.

Kepala Dinas Perikanan Lumajang Agus Widarto menyampaikan, memang perlu dilakukan adalah penataan karamba. Beberapa tahun sebelumnya, di Kelurahan Ditotrunan keadaannya sama dengan yang ada di kelurahan Jogotrunan.

“Merapikan kembali karamba seperti di Kelurahan Ditotrunan. Membongkar karamba yang tidak aktif, termasuk yang di tengah ada kandang,” ujarnya.

Lanjutnya, trotoar di sepanjang tepi sungai perlu ditingkatkan. Sehingga air tidak sampai meluap ke rumah penduduk. Pengerukan sedimen dan batu serta peninggian berem (trotoar) dilakukan bersama-sama dan dinas instansi terkait,” katanya. (fit)