Renovasi GOR Wira Bhakti Disoal

Lumajang, Motim - Proyek renovasi Gedung Olahraga (GOR) Wira Bakti Lumajang dengan anggaran 805 juta seperti yang dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) terus berlangsung meski tanpa plang papan nama informasi proyek terpasang.
GOR Wira Bakti
GOR Wira Bakti
Proyek yang menelan anggaran hampir satu milyar ini mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya adalah Lembaga Transparansi Publik Lumajang yang berkantor di jalan Ahmad Yani 93 lantai dua Kota Lumajang.

Sekjen Lembaga Transparansi Publik Hidayat, SH kepada Memo Timur menyampaikan pengerjaan proyek yang tidak memasang plang papan nama proyek untuk informasi proyek dimaksud patut dicurigai dan diduga bermasalah.

Karena membuat masyarakat tidak bisa mengawasi pekerjaan yang menggunakan uang Negara, dimana masyarakat wajib mengawasi agar tidak disalahgunakan.

Hal itu menurut Hidayat pelaksana proyek melanggar Undang-Undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.

"Proyek tanpa ada papan nama proyek itu melanggar UU Nomor 14 tahun 2008 juga peraturan Presiden," ucapnya kepada Memo Timur, Sabtu (6/10).

Menurut Hidayat, papan nama proyek itu dipasang bertujuan agar kegiatan proyek berjalan secara terbuka alias transparan, sehingga masyarakat melakukan pengawasan juga menjadi tahu berapa besaran dana yang digelontorkan untuk renovasi, bersumber dari mana dana tersebut dan berapa lama proyek itu harus selesai.

Padahal pengerjaan proyek renovasi itu dikerjakan sejak sepekan yang lalu. Namun, pihak terkait tidak mempedulikan meski proyek tersebut tidak ada plang papan nama proyek.

"Bagaimana pengawasan dari pihak terkait ya. Padahal itu jelas-jelas melanggar KIP juga PerPres," katanya.

Lembaga Transparansi Publik kata Hidayat akan terus melakukan pengawasan terhadap berlangsungnya proyek renovasi GOR Wira Bhakti hingga selesai, bermaksud agar proyek itu benar-benar dikerjakan sesuai dengan RAB.

"Dengan anggaran sebesar itu, pelaksana proyek dituntut untuk memberikan kwalitas yang bagus," terangnya. (cho)