Tolak RUU KPK dan KUHP, Seniman Aksi Tunggal di DPRD

Lumajang, Motim - Salah satu seniman di Lumajang, Mahrus Ali melakukan aksi tunggal di depan Kantor DPRD Lumajang, Kamis (10/10). Melalui aksi treatikal, Ia menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang KPK dan KUHP.
Aksi Mahrus Ali di DPRD Lumajang
Aksi Mahrus Ali di DPRD Lumajang
“Apapun pergerakan Saya, dimana pun berada, Saya berbicara sampah, berbicara apapun, Saya tetap menggunakan topeng. Hari ini adalah bentuk keresahan Saya pribadi selama ini,” katanya.

Karena Ia melihat di media sosial, televisi, media cetak, dan di internet banyak sekali pergolakan yang terjadi di Indonesia. “Terutama masalah rencana revisi undang-undang KPK dan KUHP yang masih berlanjut,” ungkapnya.

Ia berkeinginan menyurakan aspirasinya, sudah lama ingin dia lakukan. “Saya betul-betul pertimbangkan. Akhirnya Saya bertekad hari ini ingin menyuarakan aspirasi itu,” ucap dia di hadapan Wakil Ketua DPRD Lumajang, H. Akhmat.

Aksinya ini pun diapresiasi H. Akhmat. Politisi PPP menyampaikan terima kasih kepada Mahrus Ali, selaku pegiat seni yang mau menyuarakan apa yang menjadi keluhan dari masyarakat.

“Saya sampaikan terima kasih. Kami selaku wakil dari masyarakat tetap akan melakukan koordinasi dengan teman-teman yang ada di DPR RI terkait masalah penolakan yang dilakukan masyarakat bawah atas RUU KUHP dan KPK,” ujar dia.

Selanjutnya, ini akan menjadi perhatian DPRD Lumajang untuk disampaikan ke DPR RI. “Kita bisa telepon atau surat resmi bahwa suara masyarakat bawah menolak RUU tersebut,” pungkasnya. (fit)