Bangkai Mobil yang Terbakar di Randuagung Hilang Misterius

Kondisi mobil yang terbakar sebelum hilang. (cho)
Lumajang, Motim - Bangkai mobil Ayla warna merah nomor polisi 1656 YM yang dibakar massa di Jalan Dusun Darungan, Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, pada Selasa (12/11) malam sekira pukul 23.00 WIB, saat ini hilang misterius.

Kapolsek Randuagung Iptu Setyo Budi, saat dikonfirmasi Memo Timur, Kamis (14/11), membenarkan hilangnya bangkai mobil itu. Ia menerangkan, pihaknya mengetahui jika bangkai mobil Ayla itu hilang saat akan melakukan cek fisik ke sana.

Informasi yang didapatnya dari masyarakat, mobil itu sudah diangkut oleh beberapa. “Saya kaget, tapi informasinya itu. Jadi siapa saja yang ikut membantu menghilangkan barang BB (barang bukti) itu identitasnya sudah saya kantongi,” ucapnya.

Sementara dihubungi terpisah, Kasat Reskrim AKP Hasran SH M.Hum menjelaskan kronologis kejadian pembakaran mobil itu via whatsapp. Awalnya ada sekelompok orang mengaku dari Polda Jatim melakukan penggrebekan di lokasi tarik tambang yang ada indikasi perjudiannya.

“Sekelompok orang yang mengaku petugas kepolisian dari Polda tersebut berjumlah sekitar 5 orang dengan membawa kendaraan 2 unit roda empat, jenis Suzuki Ertiga warna Silver dan Toyota Avanza warna hitam,” jelasnya.

Lanjutnya sekira Pukul 23.00 WIB, datang rombongan dari Pers Polda Jatim untuk melakukan penggrebegkan di lokasi tarik tambang yang dimungkinkan ada indikasi perjudian. Namun karena para petugas dari Polda tersebut berpakaian preman, sehingga mendapat perlawanan dari massa.

“Sampai akhirnya Kades (Desa Ledoktempuro) datang menenangkan massa dan membawa rombongan yang mengaku anggota Polri dari Polda Jatim tersebut ke Polsek Randuagung untuk klarifikasi,” ucapnya.

Dari hasil klarifikasi didapat bahwa 5 orang tersebut benar petugas kepolisian dari Polda Jatim. Namun ketika ditawari bantuan, petugas dari Polda Jatim tersebut menyatakan tidak perlu. Menurut mereka, masalah itu karena ada kesalahan informasi dari informan.

“Selanjutnya permasalahan tersebut selesai kemudian 5 orang personil tersebut meninggalkan Polsek melaju ke arah timur. Kemudian pada pagi harinya sekira jam 06.00 WIB, petugas Polsek mendapat informasi ada pembakaran mobil di sekitar lokasi tarik tambang,” ucapnya.

Hasran menambahkan, setelah dilakukan pengecekan ternyata, sekira 3 jam setelah adanya penggrebekan tersebut ada mobil datang dan ketika di datangi masyarakat orang tersebut melarikan diri. Sehingga massa berasumsi orang tersebut adalah pelaku kejahatan, dan menerakinya maling.

“Selanjutnya karena tidak terkejar, akhirnya mobil yang tertinggal tersebut digulingkan dan dibakar oleh massa. Hasil penggalian informasi diperoleh bahwa mobil yang dibakar massa tersebut berupa 1 unit mobil Daihatsu Ayla warna merah, nopol dan pemilik belum diketahui,” pungkasnya. (cho)