Baznas Lumajang Optimalkan Zakat dari Guru SMPN

Lumajang, Motim - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang terus mengoptimalkan pengumpulan zakat, infaq, sodaqoh. Kali ini sasarannya adalah kalangan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Lumajang.
Koordinasi Baznas Lumajang dengan Kepala SMPN
Koordinasi Baznas Lumajang dengan Kepala SMPN
Baznas sudah berkoordinasi dengan semua Kepala SMPN di Lumajang, Selasa (26/11) di Aula Dinas Pendidikan Lumajang. Harapannya, melalui kepala sekolah, pengumpulan zakat di semua SMPN bisa maksimal.

Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi menyampaikan, di Lumajang ada 50 SMPN dan 21 SMPN Satu Atap. “Kita berharap, melalui kepala sekolah ini, akan timbul komitmen dalam rangka peningkatan pengumpulan zakat di kalangan para guru,” katanya.

Ia sendiri bangga dengan SMPN di Lumajang, karena selama ini total zakat, infaq, dan sodaqoh yang terkumpul lumayan besar. “Pada tahun ini, rata-rata tiap bulan bisa terkumpul hingga Rp 50 juta dari semua SMPN,” ujarnya.

Sehingga Baznas Lumajang sangat mengapresiasi peran Kepala SMPN dalam mengkoordinir pengumpulan zakat tersebut. Namun ke depan, Ia berharap setelah pertemuan tersebut akan ada peningkatan lagi.

“Harapannya ke depan pengumpulan zakat lebih maksimal, dan kami akan terus melakukan sosialisasi,” terang H. Atok.

Lanjutnya, pihak Dinas Pendidikan dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Lumajang juga mendukung upaya yang dilakukan oleh Baznas. “Mereka mendukung Baznas dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat,” jelasnya.

Langkah yang diambil Baznas ini, menurut H. Atok sekaligus untuk mengejar pendapatan zakat, infaq, dan sodaqoh pada tahun ini sebesar Rp 5 miliar. Sedangkan per 31 Oktober 2019, sudah berhasil tercapai higga Rp 4,1 miliar.

“Jadi rata-rata tiap bulan Rp 400 juta. Insyallah target Rp 5 miliar bisa tercapai,” pungkasnya. (fit)