Bupati Hentikan Kegiatan Pengurukan Tambak Udang Selok Awar-Awar

Lumajang, Motim - Pengurukan tanah di sekitar pantai Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, yang informasi akan dijadikan tambak udang oleh PT. Lautan Udang Indonesia Sejahtera menuai persoalan, karena dianggap dapat mengganggu lingkungan.
Bupati saat berdialog dengan pengusaha tambak juga pemilik lahan

Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M.ML didampingi Plt Kabag Hukum, Ahmad Taufik Hidayat, SH,M.Hum, perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Camat Pasirian, Sat Pol PP juga perangkat Desa Selok Awar-Awar pada Jum'at (1/11), meninjau lokasi pengurukan tersebut.

Di sana Bupati bersama rombongan bertemu dan berdialog langsung dengan pengusaha tambak, istri dan anak almarhum Salim Kancil juga beberapa warga pemilik lahan pertanian sekitar lokasi pengurukan.

"Kami datang ke sini, selain ingin melihat lokasi yang akan dijadikan tambak udang juga menindaklanjuti laporan dari istri almarhum Salim Kancil terkait perijinannya," ungkap Bupati kepada sejumlah media.

Untuk memastikan kebenaran dari laporan Bu Tijah, istri almarhum Salim Kancil terus mendatangi lokasi dimaksud. Ternyata benar, PT Lautan Udang Indonesia Sejahtera sudah melakukan kegiatan pembangunan pengurukan muara alias pancer dimana tidak sesuai dengan ijin yang masih dalam proses.

Lanjut Bupati, lokasi yang diuruk ini adalah muara atau pancer yang menuju ke pantai. Tentu hal ini dapat mengganggu lingkungan juga meresahkan banyak pihak. Apalagi sebelahnya merupakan tanah almarhum Salim Kancil yang sudah diputuskan menjadi lahan konservasi.

Almarhum Salim Kancil dan keluarganya saja merelakan tanahnya untuk alam. "Ini menjadi catatan bagi saya," ungkap Thoriq.

Bupati yang dikenal kerja cag ceg juga menyampaikan jika pihaknya tidak akan mengeluarkan ijinnya. Bupati berharap lokasi yang sudah diurug ini dikembalikan sebagai lahan konservasi.

"Saya akan membuat surat kepada yang bersangkutan untuk mengembalikan fungsi muara atau pancer ke laut," pungkas Bupati.(cho)