Diduga Depresi Pulang Merantau Gantung Diri

Petugas saat olah TKP. (cho) 
Lumajang, Motim - Diduga depresi, seorang pria muda beranak satu yang tinggal sendirian di rumahnya di Dusun Besuk Utara Desa Tumpeng Kecamatan Candipuro, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan seutas tali yang diikatkan pada salah satu blandar dalam rumahnya.

Mayat Novari Ponco Ariyanto (23) yang baru setahun pulang merantau dari Kalimantan itu ditemukan warga Selasa (26/11) sekira pukul 17.20 Wib." Dilaporkan ke Polsek Candipuro pukul 18.00 Wib," tutur Kanit Reskrim Polsek Candipuro Aipda S Kurniawan.

Mayat korban ditemukan gantung diri bermula saat Amin Tohari melintas didepan rumah korban, karena sudah dua hari tak melihat dan lampu rumahnya tetap hidup, khawatir sakit atau apa kemudian dia mengajak temannya lalu mengetuk pintu rumahnya.

Namun hingga beberapa tak juga ada jawaban. Curiga kemudian Amin bersama temannya membuka paksa pintu rumah korban lalu memeriksanya kedalam. Betapa kagetnya dia bersama temannya itu ketika menemukan korban sudah meninggal dunia dengan gantung diri didalam dapur.

"Pak Amin bersama temannya terus melaporkan kepada keluarganya kemudian diturunkan. Setelah dilaporkan ke Polsek Candipuro,"katanya.

Atas laporan itu, pihaknya terus mendatangi rumah korban. Selain melakukan proses olah tempat kejadian perkara juga menghimpun keterangan, pihaknya berniat membawa mayat ke Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) dr.Haryoto untuk dilakukan otopsi memastikan penyebab kematiannya.

Tapi, keluarganya menolak dengan alasan menerima akan kematian korban. Keluarga korban juga membuat surat pernyataan terkait itu diketahui PLT Kepala Desa Tumpeng.

"Mayat korban divisum dokter Puskesmas setempat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,"ucapnya.

Kanit Reskrim menambahkan, menurut keterangan Yulia mantan istrinya saat baru pulang merantau korban datang ke rumahnya menemui anaknya memberikan mobil mainan yang ada remotnya lalu pulang.

Jum'at (9/11) kemarin itu, mantan istrinya silaturahmi ke rumah korban dan ditemui. Dalam obrolannya korban mengaku banyak pikiran dan menitipkan anaknya.

"Korban bunuh diri karena depresi,"tambahnya. (cho)