Jalur Belum Aman, Pendakian Semeru Masih Ditutup

Lumajang, Motim - Jalur pendakian Gunung Semeru masih ditutup. Belum tahu kapan kira-kira Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan membukanya kembali. Seperti diketahui, pasca adanya kebakaran di kawasan tersebut, jalur pendakian masih dinilai belum aman.
Jalur pendakian Gunung Semeru
Jalur pendakian Gunung Semeru
Tim dari TNBTS bersama para relawan sudah melakukan survei di jalur pendakian hingga Pos Kalimati. Hasilnya ditemukan di beberapa titik yang berbahaya dan bisa menganggu para pendaki.

“Di sana ditemukan beberapa titik gangguan pada jalur pendakian diantaranya pohon tumbang akibat terbakar, kemudian longsoran tanah dan batu,” kata Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo.

Bahkan hasil dari tim survei, di sejumlah titik juga masih memiliki potensi longsor. Karena posisi jalur pendakian berada pada posisi tebing dan jurang. Serta kondisi tanah bekas kebakaran hutan dan kemarau panjang masih belum stabil.

“Kondisi tanah tersebut masih belum stabilnya dan akan sangat membahayakan pengunjung, karena berpotensi menimbulkan longsoran tanah, batu dan pohon tumbang jika hujan turun di lokasi pendakian,” jelasnya.

Masyarakat pun diminta untuk tidak memaksakan diri melakukan pendakian ke Gunung Semeru ataupun ke Ranu Kumbolo. Wawan berharap, para pendaki bersabar dan tidak memaksakan diri untuk mendaki agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.

“Dan, jika jalur pendakian telah kembali normal kondisinya, serta aman dilalui, pasti akan diumumkan kembali oleh Balai Besar TNBTS,” harapnya. (fit)