Jelang Akhir Tahun, Target PAD Masih Meleset Jauh

Lumajang, Motim - Jelang akhir tahun 2019, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Lumajang masih meleset jauh. Hingga awal November 2019, target yang didapat mencapai 65 persen.
Sekda Lumajang Agus Triyono
Sekda Lumajang Agus Triyono
Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono menegaskan, total target pajak dan retribusi yang dipasang adalah sekitar Rp 100 Miliar. “Tapi sekarang yang didapat masih sekitar Rp 65 Miliar,” katanya, Rabu (6/11).

Ia menyebut, salah satu alasan PAD yang didapat masih jauh dari target adalah dari pajak pertambangan. Karena hingga saat ini masih banyak pemilik izin yang belum memenuhi kewajibannya.

“Masih banyak pajak pasir yang tertunggak pembayarannya,” ujarnya.

Lanjutnya, ada salah satu pemilik izin yang hingga saat ini masih memiliki tunggakan yang sangat besar. “Ada salah satu contoh, ada tunggakan sampai Rp 500 Juta,” ucap Agus Triyono pada wartawan.

Menurutnya, sebelumnya para pemilik izin enggan membayar pajak dengan alasan pajak ganda ketika PT. Mutiara Halim (MH) masih beroperasi. Namun ketika MH sudah ditutup oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mereka tetap enggan membayar pajak.

“Tempo hari mereka alasannya pajak ganda ketika ada PT. Mutiara Halim. Mereka tidak mau bayar pajak ketika ada Mutiara Halim,” jelasnya.

Upaya yang dilakukan Pemkab Lumajang, sejauh ini sudah melakukan pendekatan kepada pemilik izin agar mau membayar. “Kita sudah lakukan pendekatan, sudah kita surati,” kata Agus Triyono.

Bahkan pihaknya sudah melakukan upaya secara hukum untuk melakukan penagihan melalui Kejakasaan Negeri Lumajang. “Sudah kita serahkan ke pengecara negara dalam hal ini kejaksaan, untuk melakukan penagihan,” pungkasnya. (fit)