Jual Lahan Orang, Kakek Ini Kena ‘Semprot’ Bupati

Bupati bersama Sawi. (*) 
Lumajang, Motim - Ada momen menarik saat Bupati Lumajang Thoriqul Haq datang langsung ke kawasan Pantai Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian untuk menyelesaikan permasalahan lahan antara keluarga Almarhum Salim Kancil dengan pihak PT. Lautan Udang Indonesia Sejahtera (PT LUIS).

Dalam kesempatan itu, bupati meruntut akar permasalahan dengan cara menggali informasi secara detail kepada pihak-pihak yang terkait. Bupati sempat memarahi seorang kakek, karena menjual lahan yang bukan miliknya kepada pihak PT LUIS yang akan digunakan tambak udang.

Bupati geram kepada kakek yang diketahui bernama Sawi itu. Karena beberapa kali Ia bertanya pada dia, jawabannya plin-plan. “Sampean iku mulai maeng ngomonge molak-malik,” kata bupati.

Saat ditanya bupati, kakek itu akhirnya mengaku, sudah meminta ganti rugi sejumlah lahan di kawasan tersebut yang bukan miliknya kepada PT LUIS. Termasuk ganti rugi untuk pancer/muara di sana. “Empun (Sudah),” kata Sawi.

PT LUIS juga mengakui jika sudah membayar beberapa kali kepadanya. Bupati pun langsung mengingatkan Sawi atas ulahnya itu. “Kalau tidak punya sawah jangan minta ganti rugi,” tegas bupati.

Seperti diketahui, PT LUIS sudah melakukan kegiatan pembangunan pengurukan muara/pancer karena sudah membayar pada Sawi. Kemudian Tijah, istri almarhum Salim Kancil melapor ke bupati, karena yang diuruk tersebut merupakan kawasan konservasi. Termasuk ada lahan milik Salim Kancil.

Setelah meruntut akar masalahnya, akhirnya bupati memutuskan untuk tak mengeluarkan izin usaha PT LUIS. Karena hal ini dapat mengganggu lingkungan juga meresahkan banyak pihak. "Saya akan membuat surat kepada yang bersangkutan untuk mengembalikan fungsi muara atau pancer ke laut," ujar bupati. (fit)