Kisah Pahlawan Iptu Jamaari dalam Film Lumajang Membara

Adegan dalam Film Lumajang Membara. (fit)
Lumajang, Motim - Film Lumajang Membara untuk pertama kalinya diputar di bioskop Lumajang, Mopic Cinemas, Sabtu (2/11/2019). Karya anak-anak Lumajang ini mengisahkan tentang pahlawan Iptu Jamaari dalam mengusir Belanda dari Lumajang.

Sosok Iptu Jamaari diperankan oleh Kapolres Lumajang AKBP M. Arsal Sahban. Film ini sekaligus sebagai perpisahan bagi kapolres. Karena dirinya sebentar lagi akan meninggalkan Lumajang untuk pindah tugas ke Polresta Bogor.

Banyak adegan dramatis Iptu Jamaari berjuang bersama masyarakat Lumajang melawan pasukan Belanda. Sesuai dengan catatan sejarah, pahlawan yang dikenal dari kalangan kepolisian itu datang dari Malang pada tahun 1947 dan membawa puluhan pasukan.

Hasilnya, Iptu Jamaari bersama pasukan berhasil mengalahkan tentara Belanda dalam suatu peperangan. Tetapi dalam suatu pertempuran lain, Iptu Jamaari kena tembak dan gugur pada 13 Oktober 1947.

Kematian Iptu Jamaari justru membuat semangat warga Lumajang membara. Mereka meneruskan perjuangan dia melawan penjajah. Demi membebaskan Lumajang dari pasukan Belanda.

Usai pemutaran film tersebut, Kapolres M. Arsal Sahban menyampaikan, ini merupakan persembahan terakhirnya sebelum meninggalkan Lumajang. "Terimakasih semoga persembahan ini bisa dirasakan masyarakat Lumajang. Walau kecil setidaknya saya bisa berbuat untuk Lumajang," ucapnya.

Ia mengapresiasi produser dan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini. "Kita simpulkan, jadi Lumajang punya potensi sineas. Ini harus kita kembangkan agar Lumajang makin dikenal," ujar Arsal.

Bupati Thoriq yang juga hadir menonton, merespon positif film ini. Ia menilai, meski dengan peralatan yang terbilang terbatas, mereka bisa memproduksi film secara profesional. "Ini film luar biasa dengan sarana dan fasilitas yang seadanya," ucapnya.

Dirinya juga bangga pada kapolres, atas kesediannya terlibat dalam film ini sebelum pindah tugas. Bupati berharap ke depan, karir kapolres lebih bersinar setelah meninggalkan Lumajang.

"Kita bangga pada kapolres, kita doakan di tempat baru meraih bintang. Memberikan dedikasi yang profesional. Kesedihan kita adalah doa. Kita akan terus bangkit bersama-sama. Kita mendapat inspirasi dari kapolres untuk tetap menjaga rasa aman bagi Lumajang," pungkasnya. (fit)