Minim Saksi dan Bukti, Kematian Sanom jadi Misteri

Lumajang, Motim - Tewasnya Sanom yang diduga akibat isu dukun santet pada Sabtu (16/11), sekira pukul 22.15 WIB, menjadi PR serius Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang.
KBO Sat Reskrim Polres Lumajang, Iptu Hariyanto,SH,MH
KBO Sat Reskrim Polres Lumajang, Iptu Hariyanto,SH,MH
Polisi nampaknya tidak mau kecolongan terhadap pelaku, yang hingga kini masih misteri, karena minim bukti dan saksi di lokasi kejadian tewasnya korban.

Seperti yang dikatakan Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Lumajang, Iptu Hariyanto, SH,MH, hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut, ini dilakukan agar kasus tewasnya Sanom segera terungkap.

“Sampai saat ini masih kami lakukan pengumpulan data karena minim saksi, tapi secepatnya akan kami ungkap biar pelakunya bisa tertangkap,” tutur KBO Sat Reskrim.

Hariyanto juga menambahkan minimnya saksi membuat jajarannya kesulitan untuk melakukan pengungkapan terhadap tewasnya Sanom.

Namun demikian, pihaknya tak berputus asa untuk terus melakukan penyelidikan berbekal barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian diduga milik pelaku.

“Mudah-mudahan segera menemukan petunjuk baru supaya cepat terungkap. Yang pasti kami bersama anggota kerja keras Mas,” tegasnya.

Pada Sabtu (16/11), sekira pukul 23.15 WIB, masyarakat Dusun Curah Lapak, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, mendadak heboh.

Pasalnya, Sanom ditemukan warga tewas terkapar di jalan dekat Yayasan Madrasah Diniyah Rodhotus Solihin dengan kondisi mandi darah dengan leher luka bacok.(cho)