Pengantin Non Muslim Wajib Lapor ke Dispendukcapil

Lumajang, Motim - Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang, Agus Warsito Utomo menyampikan, pasangan pengantin non muslim wajib mencatatkan perkawinannya ke Dispendukcapil.
Koordinasi Pelayanan Pencatatan Sipil
Koordinasi Pelayanan Pencatatan Sipil
“Wajib dilaporkan oleh penduduk kepada instansi pelaksana paling lambat 60 hari sejak perkawinan,” jelasnya saat Rapat Koordinasi Pelayanan Pencatatan Sipil di Aula Panti PKK, Senin (18/11).

Ia menjelaskan bahwa pencatatan perkawinan pasangan muslim cukup dilakukan di Kantor Urusan Agama. Sementara non mulim wajib mencatatkan perkawinannya setelah pemberkatan oleh pemuka agama.

Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan perubahannya yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. “Jadi kalau yang Islam dicatatkan ke KUA, kemudian yang non Islam termasuk penghayat kepercayaan yang diakomodir oleh Undang–Undang yang baru ini, harus dicatatkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” jelasnya.

Sesuai data perkawinan di Kabupaten Lumajang, tercatat 5.981 pasangan dan baru 4.096 pasangan atau 68% yang telah mendapatkan akta perkawinan. Untuk itu ia berharap undangan yang hadir khususnya para Camat dapat mensosialisasikan pencatatan perkawinan non muslim ke Dispendukcapil Lumajang atau ke Kecamatan masing–masing.

“Saya harapkan undangan yang hadir bisa mensosialisasikan hal ini pada setiap kesempatan,” harapnya. (fit)