Pengedar Pil Koplo Masuk Penjara Lagi

Hariyanto saat diamankan. (cho) 
Lumajang, Motim - Penyalahgunaan obat keras berbahaya daftar G terus terjadi. Kali ini dilakukan oleh Hariyanto bin Arsari (46), warga Dusun Karanganyar, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko.

Dari tangan bersangkutan, tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lumajang menyita sedikitnya ada 1.170 butir pil warna putih berlogo Y yang sudah dikemas kedalam plastik dan siap edar.

"Pelaku ini ditangkap lengkap dengan ribuan pil berlogo Y itu didalam rumahnya sekira pukul 10.30 Wib kemarin,"tutur Kasat Resnarkoba AKP Ernowo.

Ditangkapnya pelaku bermula dari laporan masyarakat yang menyampaikan jika pelaku ini dicurigai kerap melakukan transaksi obat keras berbahaya. Atas informasi itu Tim Opsnal terus melakukan pengintaian.

Setelah cukup lama diintai, akhirnya kemarin itu Tim Opsnal berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti berupa ribuan obat keras berbahaya jenis pil koplo berlogo Y yang sudah dikemas dan siap edar.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui ribuan pil koplo miliknya dibeli dari seseorang yang identitasnya sudah dikantongi."Sekarang masih diburu Mas,"ungkapnya.

Perbuatan pelaku melanggar pasal 197 sub 196 UURI Nomir 36 Tahun 2009 tentang kesehatan bisa dipidana paling lama 10 tahun penjara dan sudah dilakukan penahanan.

"Pengedar pil koplo itu sudah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Lumajang," ungkapnya lagi.

Lanjut Ernowo, sesuai catatan yang ada di Polres Lumajang pada tahun 2002 pelaku pernah di penjara selama 14 tahun karena terlibat dalam perkara pembunuhan.

Pada tahun 2011 kemarin pelaku juga pernah dipenjara selama 1 tahun gara-gara terlibat perkara penyalahgunaan Obat Keras Berbahaya (Okerbaya) daftar G. 

"Terus kami kembangkan guna menggulung jaringannya,"pungkasnya. (cho)