SKAB Palsu Diduga Marak di Kalangan Penambang Pasir

Bupati Lumajang Thoriqul Haq. (fit)
Lumajang, Motim - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak pasir masih jauh dari target Rp 37 miliar. Salahsatu penyebabnya, diduga maraknya Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) palsu di kalangan penambang pasir.
SKAB palsu itu dibuat untuk membebaskan mereka dari kewajiban membayar pajak. Sumber Memo Timur di menyebut, perbandingan antara SKAB asli dan palsu yang dikeluarkan bisa 1 berbanding 3.

Ia mencontohkan, misal ada satu sopir truk pasir yang benar mendapat SKAB asli atau berporporasi. Namun 2-4 truk berikutnya akan mendapat SKAB yang palsu atau tanpa porporasi.

Kondisi seperti ini pun juga diakui oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Ia menyebut sudah menjadi problematika yang harus diatasi oleh Pemkab Lumajang dan pihak lainnya untuk mengoptimalkan pendapatan pajak pasir.

Bahkan bupati menegaskan, banyak SKAB yang sudah berporporasi namun diduga juga hasil penggandaan. "Karena porporasi itu dimungkinkan dan sangat mudah digandakan oleh pihak lain," katanya, Senin (25/11).

Namun Ia belum berani menyebut secara pasti terjadinya pemalsuan SKAB itu. "Tidak bermaksud apakah ada pemalsuan, tetapi bisa jadi itu terjadi," ujarnya pada wartawan di Kantor DPRD Lumajang.

Untuk itu pihaknya akan melakukan evaluasi total terkait pajak pajak pasir tahun ini. Agar di tahun berikutnya bisa lebih optimal. Karena target yang dipasang tetap sama.

"Tetap Rp 37 miliar. Tetapi kita akan melakukan perbaikan," pungkasnya.