Temukan RKA Copy-Paste, Sekda: OPD Minim Inovasi

Lumajang, Motim - Baru beberapa hari dilantik jadi Sekretaris Daerah (Sekda), Agus Triyono langsung membeberkan kekurangan-kekurangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya, Ia menyebut masih banyak OPD yang minim inovasi dan kretifitas.
Sekda Lumajang Agus Triyono
Sekda Lumajang Agus Triyono
Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang itu, berani berterus terang kepada media. Ia menegaskan, kerap ditemukan OPD yang hanya mengkopi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun sebelumnya untuk diajukan lagi.

“Masih terjadi copy paste dari tahun keamarin. Jadi OPD masih minim inovasi dan kreatifitas. Masih ingin di zona nyaman, tidak mau bergerak,” katanya pada puluhan wartawan di Ruang Nararya Kirana Pemkab Lumajang, Selasa (5/10).

Memang kadar copy-paste tiap RKA yang diajukan berbeda-beda. Ada yang sebagian saja, hingga hampir keseluruhan sama dengan tahun sebelumnya. “Ada yang kecil-kecil ditemukan sama dengan sebelumnya,” ucapnya.

Bahkan kata dia, Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersamanya sampai harus turun tangan untuk mengoreksi RKA dari salah satu OPD. Karena ada kejanggalan dalam RKA yang diajukan. Setelah dikoreksi ternyata banyak kesalahan karena mengkopi RKA sebelumnya.

“Karena ada yang nilainya fantastis, sehingga kita koreksi. Ternyata ada kesalahan kopi di dalamnya,” ucapnya.

Menurutnya dengan minimnya inovasi dan kreatifitas ini, memperlambat roda pemerintahan. Salah satunya untuk membuat kalender wisata dan budaya tahun depan. Seperti yang diinginkan Bupati Thoriqul Haq.

Karena belum semua OPD mengajukan rencana kegiatan atau agenda yang bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan. Bupati menginginkan dari awal hingga akhir tahun sudah ada agenda wisata dan budaya yang dijadwalkan.

“Kita sudah minta kegiatan di 2020 apa, tapi sampai sekarang belum ada. Ada OPD yang potensial tapi belum ada rencana kegiatan, kapan dilakukan dan bentuknya bagaimana. Belum ada gambaran,” jelasnya.

Agus pun berusaha, di sisa waktu sebelum berganti tahun bisa mengatasi hal itu. “Saya tidak putus asa. Ini tantangan kita karena mengubah pola pikir itu relatif sangat berat,” pungkasnya. (fit)