Terbunuhnya Endul Karena Masalah Asmara

Kapolsek Gucialit saat dikonfirmasi. (Cho)
Lumajang, Motim - Penyebab tewasnya Endul (59), warga Dusun Karangsejati, Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit, yang ditemukan tergeletak di bahu jalan Dusun Sidomakmur, Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit, dengan kondisi mandi darah karena luka bacok pada Sabtu (23/11) sekira pukul 22.00 Wib mulai terkuak.

Endul yang dikenal sebagai pelaku judi itu tewas dibunuh diduga kuat masalah asmara. Kabar yang berkembang ditengah masyarakat Endul punya hubungan asmara dengan istri orang.

"Beberapa warga juga saksi menyampaikan demikian Mas,"kata Kapolsek Gucialit Iptu Rudi Isyanto, SH kepada Memo Timur usai rapat kerja di Polres Lumajang Senin (25/11).

Meski demikian, pihaknya terus mendalami kasus tewasnya Endul berharap bisa menemukan petunjuk baru supaya bisa terungkap dengan sebenarnya.

"Proses penyelidikan kasus ini, Polsek Gucialit diback up Sat Reskrim Polres Lumajang," ungkap Rudi Isyanto.

Keterangan salah satu warga kata Kapolsek Gucialit, malam itu korban ini menonton hiburan masyarakat di Desa Dadapan. Hiburan belum usai, korban ini berpamitan hendak keluar lalu pinjam sepeda motor temannya terus pergi.

"Korban oleh teman-temannya sempat disindir, wes wayae ketemu dia, korban hanya tersenyum terus pergi,"ungkapnya lagi.

Tak lama kemudian, korban sudah ditemukan tewas tergeletak dibahu jalan dekat hutan jati Dusun Sidomakmur, Desa Kertowono.

Jika melihat jarak ditemukannya mayat korban dengan sepeda motor yang dipinjam itu, sepertinya korban sempat lari kemungkinan mau minta pertolongan. Diduga kehabisan darah, korban tewas dijalan.

"Mudah-mudahan segera mendapatkan petunjuk baru agar bisa mengungkap dan menangkap pelakunya," pungkasnya.

Berita sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas tergeletak dibahu jalan raya Dusun Sidomakmur, Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit, dengan kondisi luka bacok pada bagian pundak sebelah kiri dan pundak sebelah kanan. (cho)