Ada 1.004 Penerima PKH di Lumajang Mengundurkan Diri

Lumajang, Motim - Jumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Lumajang yang mengundurkan diri terus bertambah. Dari catatan Dinas Sosial, pada tahun ini, hingga November 2019, sebanyak 1.004 penerima PKH telah mengundurkan diri.
Penerima PKH di Lumajang yang mundur
Penerima PKH di Lumajang yang mundur
Kepala Dinas Sosial Lumajang, Dewi Susiyanti menegaskan, ada sekitar 44 ribu penerima PKH. Pihaknya menargetkan, jumlah yang mundur akan lebih banyak lagi. “Tahun depan kita targetkan ada 1.500 yang mundur. Mudah-mudahan bisa lebih,” katanya, Kamis (5/12).

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada warga yang tidak mampu ini memang hanya stimulan. Agar mereka bisa berkembang dan jika sudah mampu, maka mengundurkan diri, tidak menerima bantuan tersebut.

“Itu hanya pancingannya, agar mereka berusaha. Kita bantu pendampingan untuk menjalankan usaha. Ketika usahanya sudah bagus, kita drop,” ujarnya pada Memo Timur.

Lanjutnya, jumlah penerima PKH yang mundur di Lumajang itu nampaknya termasuk terbanyak di Jawa Timur. “Kalau gak salah kita di Jawa Timur urutan 8 jumlah terbanyak yang bisa tergraduasi,” jelasnya.

Dewi menjelaskan, jumlah terbanyak yang mundur di Lumajang itu karena kesadaran sendiri dari penerima bantuan. “Ada jenisnya graduasi mandiri, keluar sendiri. Meskipun mereka tidak punya usaha, namun mereka tak mau dibantu lagi,” katanya.

Kemudian ada graduasi mampu, yang memang harus distop bantuannya. “Mereka sebelumnya kaya. Mungkin salah data atau apa, akhirnya mereka mundur. Kalau graduasi sejahtera, ada yang berkembang, sebelumnya miskin kemudian menjadi mampu,” ucapnya.

Ia menambahkan, banyaknya penerima yang mundur ini tak lepas dari peran para Pendamping PKH. “Ini motivasi dari para pendamping untuk menyadarkan masyarakat agar masyarakat tidak selalu mengandalkan bantuan,” pungkasnya. (fit)