Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Tempatkan Relawan di Titik Rawan

Lumajang, Motim - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan darurat bencana hidrometeorologi atau bencana yang disebabkan cuaca. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang pun sudah melakukan antisipasi sejak jauh-jauh hari.
Dampak cuaca buruk di Lumajang
Dampak cuaca buruk di Lumajang
“Relawan sudah ditempatkan jauh-jauh hari sebelumnya untuk memantau seputaran daerah rawan yang sudah kita mapping,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, Senin (16/12).

Ia menjelaskan, daerah rawan itu misalnya di jalur piket nol kilometer 53 hingga 59 yang rawan longsor. “Longsor juga rawan terjadi di wilayah Argosari, Tamanayu, dan jalur Ranupane,” ungkapnya.

Dengan ditempatkan para relawan itu, maka informasi akan cepat sampai pada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Lumajang. Sehingga penanganan ketika ada bencana juga bisa lebih cepat.

Wawan menambahkan, bencana hidrometeorologi lainnya yang berpotensi terjadi di Lumajang adalah seperti banjir dan pohon tumbang. Maka saat ini pihaknya akan fokus untuk mengantisipasi adanya bencana tersebut.

“Untuk itu BPBD memberikan sosialisasi kepada masyarakat dengan memasukinya darurat hidrometeorologi. Tetap waspada, berikan informasi. Misal kalau ada pohon yang lapuk. Kemudian jangan buang sampah sembarangan,” ungkapnya. (fit)