BNN Tes Urine Wartawan di Lumajang

Kepala BNN Lumajang bersama wartawan Memo Timur.
Lumajang, Motim - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang melakukan tes urine terhadap sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah Lumajang. Tes urine dilakukan usai jumpa pers di Aula BNN Lumajang, Selasa (31/12).

Tes urine ini dilaksanakan secara mendadak. Bahkan bukan atas inisiatif BNN, namun permintaan dari wartawan sendiri. Wartawan dari Memo Timur, Mujibul Choir yang mengusulkan tes urine tersebut.

"Saya ingin membuktikan bahwa tidak semua pelaku media identik miras dan narkoba. Karena tidak sedikit orang ngomong bahwa media dekat narkoba, miras, dan lain-lain. Dan ini bukti bersih," katanya.

Lanjutnya, wartawan bersedia dites urine, sebagai bentuk dukungan wartawan pada BNN dalam pemberantasan narkoba. "Media juga ingin bersama BNNK membangun Lumajang lebih baik lebih maju dan bebas dari narkoba," ungkapnya.
BNN melakukan tes urine pada wartawan. (cho)
Kepala BNN Lumajang AKBP Indra Brahmana mengatakan, awalnya Ia terkejut atas inisiatif wartawan untuk dites urine. "Saya kaget ketika Mas Choir dari Media Koran Harian Memo Timur minta tes urine secara mendadak," ucapnya.

Ia pun mengapresiasi para wartawan Lumajang. Karena BNN awalnya hanya akan mengusulkan pada wartawan untuk tes urine. "Saya merasa bangga, sebetulnya tadi itu saya mau menawarkan, saya sudah meyiapkan alatnya. Tiba-tiba rekan-rekan media sambil bercanda tapi serius, saya ditantang," ujarnya.

AKBP Indra menyebut, tes urine ini sekaligus sebagai pembuktian wartawan di Lumajang pada masyarakat jika terbebas dari narkoba. "Alhamdulillah saya terharu, bangga, dan mudah-mudahan masyatakat tahu, ini loh media di Lumajang berani dites urine," ujarnya.

Ia menambahkan, hal ini juga membuktikan jika wartawan mau bersinergi dengan BNN demi mewujudkan Lumajang bebas dari narkoba.

"Ini komitmen rekan-rekan wartawan dalam melakukan sinergitas. Bersama-sama mewujudkan Lumajang Hebat Bermartabat. Dan membersihkan Lumajang dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," pungkasnya. (cho)