Cerita Danyon 527 Sepulang dari Tugas di Kongo

Lumajang, Motim - Komandan Batalyon 527 Lumajang, Letkol Totok Prio Kismanto bersama ratusan prajurit telah menyelesaikan tugas sebagai pasukan perdamaian di Kongo. Ia pun menceritakan pengalamannya selama berada di sana.
Danyon 527 Letkol Totok Prio Kismanto bersama keluarga
Danyon 527 Letkol Totok Prio Kismanto bersama keluarga
Ia menyampaikan, sebanyak 318 pasukan dari Yonif 527 berangkat dari Lumajang pada 10 Desember 2017. Mereka terlebih dulu ke Bogor untuk melakukan persiapan dengan dengan meningkatkan porsi latihan.

“Awalnya kita akan ditugaskan ke Afrika Tengah, namun karena kondisi politik di sana, sehingga kami ke Kongo,” katanya usai Upacara Penyambutan Satgas Yonif 527 Baladibya Yudha Purna Tugas Batalyon Gerak Cepat TNI Konga XXXIX-A/Monusco di Batalyon 527, Kamis (12/12).

Selama di Kongo, pihaknya banyak dilibatkan dalam kegiatan taktis dan administrasi. Semua prajurit dari Lumajang juga bisa dengan cepat berbaur dengan angkatan lainnya. Sehingga dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

“Kita berhasil melaksanakan tugas dengan baik dan dinilai berhasil oleh PBB,” ucapnya.

Lanjutnya, tugas utama mereka adalah menjaga perdamaian di sana. Utamanya untuk melindungi warga sipil karena adanya pergolakan suku dan pemerintah. Sehingga banyak warga sipil yang menjadi korban.

Namun semua itu akhirnya bisa diselesaikan. Setelah ada negoisasi dengan pihak pemberontak. “Kita negoisasi dengan pihak pemberontak dan kami berhasil. Akhirnya bersatu dengan pemerintah dan negara,” jelasnya.

Menurutnya, dalam tugas tersebut ada banyak kendala yang harus dihadapi. Diantaranya medan yang baru dan bahasa yang berbeda tentunya. Namun berkat cepatnya adaptasi pasukan, sehingga bisa segera diatasi.

“Dengan kemampuan pasukan dan beberapa dari kami bisa bahasa lokal, kami bisa cepat dekat dengan rakyat di sana,” ungkapnya. Ia juga bersyukur, bisa pulang dan semua pasukan dalam keadaan selamat. “Semuanya utuh,” pungkasnya. (fit)