Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Tempursari

Lumajang, Motim - Gelombang tinggi kembali terjadi di kawasan pantai selatan Kabupaten Lumajang. Tepatnya di Pantai Bulurejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari. Dampaknya, ada sejumlah warung di sepanjang pesisir kena terjangan ombak.
Dampak gelombang tinggi di Pantai Bulurejo
Dampak gelombang tinggi di Pantai Bulurejo
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melaporkan ada 8 warung ikan bakar milik warga yang terdampak. Akibatnya warung itu tertimbun pasir hingga setinggi 50 sentimeter. Sehingga untuk sementara warung tersebut tutup dulu.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo menyampaikan, gelombang tinggi terjadi sejak Kamis (26/12/2019). Bahkan ketinggian gelombang terpantau hingga 5 meter.

“Gelombang tinggi di pantai selatan ini akibat fenomena gerhana matahari,” ucapnya, Minggu (29/12/2019).

Lanjutnya, selain warung ikan bakar, lahan pertanian di kawasan pesisir juga ikut terdampak. Ada 16 hektare lahan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari yang digenangi air laut. “Tanamannya rusak akibat terendam air laut,” kata Wawan.

Sebagai antisipasi, telah dipasang garis polisi di titik-titik yang dinilai bahaya. Agar masyarakat tidak mendekati daerah tersebut. Karena khawatir kejadian serupa kembali terjadi.

“Kita himbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keamanan masing-masing. Ada garis polisi, agar masyarakat maupun pengunjung tidak melewati garis tersebut karena berbahaya,” pungkasnya.

Lanjutnya, BPBD juga telah mendirikan tenda pengungsian di sana. Hal ini juga berjaga-jaga jika air laut masuk ke pemukiman, sehingga warga bisa tidur di pengungsian. “Untuk persiapan saja,” pungkasnya. (fit)