Labelisasi Rumah Penerima PKH, Sejumlah Keluarga Mundur

Lumajang, Motim - Dampak adanya labelisasi rumah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) nampaknya mulai terlihat. Ada sejumlah penerima PKH yang mundur saat rumahnya akan ditulisi ‘Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial PKH & BPNT’.
Bupati menemui penerima bantuan PKH yang akan mundur
Bupati menemui penerima bantuan PKH yang akan mundur
Seperti di Jl. Seruji Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang misalnya. Pada Rabu (11/12). Pendamping PKH akan menandai rumah penerima PKH menggunakan cat semprot. Namun sejumlah pemilik rumah kemudian menolak dan memilih untuk mundur.

Kebetulan di saat itu, ada Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Thoriqul Haq–Indah Amperawati yang berkunjung ke sana untuk memulai program labelisasi tersebut. Bupati pun mendatangi salah satu rumah penerima PKH yang akan mengundurkan diri.

Ibu tersebut kemudian diminta untuk menandatangani surat pernyataan mundur sebagai penerima bantuan PKH. Ia mengaku, mundur karena ekonominya sudah membaik. Hasil usaha dagang yang dijalankan suaminya sudah lumayan.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq pun mengapresiasi keputusan mereka yang memilih mundur karena sudah merasa mampu. “Kami ucapkan terimakasih yang secara suka rela dengan kesadaran diri mengundurkan diri dari Program PKH,” katanya.

Dengan mundurnya mereka, artinya sudah mengentaskan diri dari keluarga miskin menjadi kelaurga yang lebih sejahtera. Menurut bupati, ini juga bisa menjadi contoh dan motivasi bagi yang lainnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Lumajang, Dewi Susiyanti mengatakan, hingga November 2019, tercatat sudah ada 1.004 penerima PKH di Lumajang yang telah mundur. Sementara penerima PKH di Lumajang masih ada 44 ribu lebih. (fit)