Maling Sapi Makin Gila, Warga Segera Temui Kapolri

Lumajang, Motim - Maling sapi sejak beberapa bulan terakhir ini, marak. Bahkan, aksinya makin gila saja. Betapa tidak, 3 ekor sapi milik Marsup, warga Dusun Komplangan, Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, pada Sabtu (28/12), sekira pukul 02.15 WIB ditemukan raib dari kandangnya dicuri maling.
Sapi warga yang ditemukan luka bacok
Sapi warga yang ditemukan luka bacok
Tiga ekor sapi milik korban yang dicuri maling tersebut memiliki ciri-ciri khusus diantaranya 1 ekor sapi berbulu merah berumur 2 tahun saat ini tengah mengandung, 1 ekor sapi berbulu merah berumur 10 bulan dan seekor lagi juga berbulu merah berumur 13 bulan.

Berkat kekompakan dan keberanian warga, 2 jam kemudian sapi milik korban berhasil ditemukan di area tebu Blok Jatian, Dusun Langsepan, Desa Randuagung, sekitar 1 kilo meter dari rumah korban.

Seekor sapi berumur 2 tahun yang tengah mengandung ditemukan dalam kondisi luka bacok pada telinga kanan dan leher bawah, sapi berumur 13 bulan ditemukan dalam kondisi luka bacok pada leher bagian atas. Seekor sapi lagi ditemukan dalam kondisi selamat.

“Apakah sengaja dilukai kemudian ditinggal karena kesiangan atau karena ada sakit hati soal Pilkades kemarin, Saya tidak tahu. Yang pasti, tidak sedikit orang yang berbicara seperti itu Mas,” ucap Ribuarto kepada Memo Timur.

Kondisi ini membuat masyarakat Desa Kecamatan Randuagung menjadi ketakutan dan meminta kepada aparat kepolisian Polres Lumajang juga Polda Jatim, segera mengambil tindakan tegas dengan menerjunkan pasukan khusus.

“Aksi maling sapi belakangan ini makin gila dan makin berani. Masak Polres Lumajang tidak mampu menumpas para komplotan maling sapi itu. Masak Polda Jatim ndak respon terhadap kondisi ini,” terang Ribuarto.

Muhamad Hubaidi menambahkan dalam waktu dekat dirinya dengan beberapa perwakilan warga Kecamatan Randuagung, Kecamatan Kedungjajang, Kecamatan Klakah juga Kecamatan Ranuyoso akan melaporkan maraknya maling sapi di Lumajang bagian utara kepada Kapolri dan supaya dibentuk tim khusus agar bisa mengungkap dan menangkap komplotan maling sapi itu.

Jika berhasil menangkap maling sapi, supaya terus dikembangkan dan siapa saja yang terlibat untuk ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Jika perlu, beri tindakan tegas pada kakinya minimal dengan tindakan tegas itu ada rasa takut dan kapok.

“Teman kami yang duduk sebagai anggota DPR RI masih koordinasi dengan Humas Mabes Polri dan tinggal nunggu waktu kapan kami disuruh ke Jakarta. Kami sampaikan semua Mas,” tambah Hubaidi.

Kapolsek Randuagung, Iptu Setyo Budi ketika dikonfirmasi terkait ditemukannya tiga ekor sapi milik Marsup yang dicuri maling dua diantaranya mengalami luka bacok, sudah diserahkan kepada korban.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Randuagung,” ungkap Setyo Budi.

Menurut Kapolsek Randuagung, upaya untuk menekan terjadinya pencurian terus dilakukan oleh jajarannya dengan melakukan patroli ditingkatkan ke sejumlah desa secara bergantian.

“Terkadang, patroli juga melibatkan personil TNI sampai pagi. Tapi, ada saja kejadian pencurian sapi,” pungkasnya.(cho)