Masyarakat Berharap Pemprov Bangun SMK di Kecamatan Randuagung

H. Buari Anggota DPRD Lumajang. (cho)
Lumajang, Motim - Setiap tahun sedikitnya ada 300 hingga 400 lulusan SMP/MTS dan sederajat di Kecamatan Randuagung. Mereka kemudian banyak yang melanjutkan sekolah di luar Randuagung. Diantaranya ke SMK Prayuana Kecamatan Klakah, SMK Rojopolo Kecamatan Jatiroto, hingga ke SMK Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember.

Karena banyaknya pelajar yang harus sekolah ke luar kecamatan, masyarakat Kecamatan Randuagung pun berharap pemerintah Provinsi Jawa Timur segera membangun SMK di Kecamatan Randuagung.

Harapan masyarakat ini sudah didengar dan mendapat respon positif dari anggota DPRD Lumajang H. Buari dari Dapil V (Kecamatan Randuagung, Kedungjajang, Klakah, juga Ranuyoso).

"Saya mendukung masyarakat agar di Kecamatan Randuagung dibangun SMK, biar para lulusan SMP MTS tidak sekolah keluar," tuturnya kepada Memo Timur.

Dalam waktu tidak lama lagi, anggota Komisi C itu akan segera melakukan koordinasi dan musyawarah dengan berbagai pihak. Diantaranya melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah SMP/ MTS, jajaran Muspika Kecamatan Randuagung.

Tujuannya untuk mencari solusi guna menjawab apa yang menjadi harapan masyarakat. Dalam rapat koordinasi nanti dirinya juga akan mengundang pimpinan Cabang Dinas Pendidikan SMA/SMK Provinsi Jawa Timur yang ada di Lumajang.

"Dalam hal ini saya sebagai wakil rakyat akan berusaha semaksimal mungkin agar harapan masyarakat untuk membangun SMA/SMK bisa terealisasi sehingga masyarakat senang dan gembira karena anaknya tidak sekolah ke luar," katanya.

Ditanya soal lahan, H. Buari menuturkan dirinya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Desa Tunjung mengajukan pinjam pakai Tanah Kas Desa (TKD) dan disetujui.

"Jika hasil rapat nanti sepakat untuk membangun SMK, kami segera menyiapkan berkas untuk pinjam pakai Tanah Kas Desa termasuk semua persyaratan lainnya. Lihat hasil rapat koordinasi nanti Mas," jelasnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur UPT Jember melalui Iskandar, mengatakan pemerintah saat ini lebih fokus mendirikan SMK dari pada SMA. Tujuannya tidak lain agar pemerintah tidak terbebani sekaligus mengatasi dengan masalah pengangguran.

Jika masyarakat Kecamatan Randuagung berharap agar supaya pemerintah membangun SMK, maka para tokoh masyarakat mengajukan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dengan melampirkan berbagai hal yang mendukung terkait usulannya itu.

"Kami mendukung hal itu, apa saja yang menjadi persyaratan nanti kami jelas rapat koordinasi bersama para pihak terkait," tambahnya. (cho/fit)