Memasuki Musim Hujan, BPBD Setop Bantuan Air Bersih

Lumajang, Motim - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mulai menghentikan suplai air bersih di wilayah kekeringan. Karena sudah memasuki musim hujan serta status kedaruratan yang ditetapkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga berubah.
Suplai air bersih oleh BPBD di daerah kekeringan
Suplai air bersih oleh BPBD di daerah kekeringan
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo menyampaikan, BMKG saat ini menetapkan darurat bencana hidrometeorologi atau bencana yang disebabkan cuaca.

“Sudah ada surat pernyataan dari BMKG kepada gubernur dan itu yang kita pakai dasar. Jadi otomatis untuk pengiriman air kita hentikan,” ujarnya, Kamis (12/12).

Sebelumnya, suplai air bersih dilakukan di 42 dusun di 18 desa yang kesulitan air bersih. Jumlah tersebut tersebar di 6 kecamatan. Yakni Kecamatan Randuagung, Klakah, Ranuyoso, Kedungjajang, Padang, dan Gucialit.

Selain 18 desa itu, ada kekeringan di 4 desa lainnya. Tapi hal itu mampu ditangani sendiri oleh pihak desa masing-masing. BPBD hanya memberikan pinjaman truk tangki kepada desa tersebut.

Wawan menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di Lumajang seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang. Maka saat ini pihaknya akan fokus untuk mengantisipasi adanya bencana tersebut.

“Untuk itu BPBD memberikan sosialisasi kepada masyarakat dengan memasukinya darurat hidrometeorologi. Tetap waspada, berikan informasi. Misal kalau ada pohon yang lapuk. Kemudian jangan buang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat hujan turun. Jika hal yang tidak begitu penting, diharap tidak keluar dulu. Karena potensi hujan deras dan angin kencang bisa terjadi kapan saja. (fit)