Menumbuhkan Minat Baca Siswa di Era Milenial


Oleh: Fera Laras Dharmayanti
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Pendidikan Bahasa dan Sastra Pendidikan


Di era milenial ini, banyak sekali siswa diberbagai tingkatan mulai dari SD, SMP dan SMA mempunyai permasalahan yang sama. Permasalahan itu yang menghambat proses pembelajaran dikelas. Pokok permasalahan dari siswa di era milenial ini yaitu kurangnya minat dalam membaca entah itu membaca buku atau informasi apapun.

Hal itu membuat banyak sekali siswa kurang berkembang dalam mengolah dan mengetahui informasi masa kini. Itu juga membuat pembelajaran dikelas terganggu karena pengetahuan siswa yang kurang. Hal itu juga menghambat keaktifan siswa dikelas yang dimana kurikulum 2013 mengutamakan keaktivan siswa dalam proses pembelajaran.

Banyak sekali siswa SD (Sekolah Dasar) mulai terpengaruh yang namanya gadget. Mereka lebih mengutamakan gadget dibanding dengan sekolahnya sendiri. Sedangkan dunia maya itu banyak sekali hal-hal yang belum dapat tersaring dengan baik berita yang diedarkan. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting bagi tumbuh kembang anaknya. Hal itu karena pada saat sekolah dasar pembentukan karakter anak-anak dibutuhkan untuk dapat melanjutkannya ke jenjang berikutnya.

Namun, kebanyakan orang tua sedari anak masih usia balita sudah dikenalkan dengan gadget. Hal itu tentu saja menghambat pertumbuhan anak-anak. Bagaimana tidak seharusnya anak-anak balita diberikan mainan edukasi yang bisa memberikan stimulus untuknya malah diberikan tontonan yang sama sekali tidak memberikan rangsangan justru membuatnya kecanduan. Kesalahan kecil itu tentu akan berdampak besar saat mereka beranjak remaja.

Penyebab Minat Baca Rendah
Saat mereka berada di awal masa remaja atau pubertas itulah saat kecanduan di mulai. Mereka mulai mengenal lebih banyak hal-hal yang terdapat dalam gadget salah satunya dunia game. Dunia game sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak terutama prestasi disekolah dan minat membaca pada siswa. Banyak kasus yang berkaitan dengan kecanduan siswa terhadap dunia game sehingga mereka tidak mau untuk bersekolah.

Tentu saja hal itu sudah sangat menyimpang terjadi karena sekolah itu sangat diperlukan untuk bekal mereka dikemudian hari. Mereka tidak ingin bersekolah karena mereka telah menemukan dunia baru yang membuatnya nyaman tetapi sangat berdampak buruk di kemudian hari. Untuk itu guru berupaya berperan penting mengantisipasi siswa membawa hp disekolah dan melakukan pengarahan lebih baik mengenai penggunaan gadget dikehidupan sehari-hari.

Adapun peran orang tua yang lebih penting. Orang tua harus mengawasi kegiatan anaknya sehari-hari dan membatasi penggunaan gadget dirumah. Mau tidak mau orang tua harus tegas dalam mendidik anaknya dan menyikapi sikap menyimpang tersebut. Hal itu tentu saja bukan ditujukan untuk dirinya tapi untuk masa depan anaknya kelak.

Pada saat SMA (sekolah menengah atas) siswa seharusnya mulai menemukan jati dirinya. Masa SMA merupakan masa dimana pubertas akhir menuju dewasa. Untuk itu, sebelum memasuki masa SMA seharusnya penanaman karakter sejak kecil sudah tertanamkan dengan baik agar anak tidak menyimpang dalam menemukan jati dirinya.

Masa SMA yaitu masa dimana seseorang anak harus bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Namun, apabila dia belum bisa menentukannya perlu ada penanganan khusus dari orang tua dan pihak sekolah dalam memberikan pengarahan yang baik.

Banyak sekali kasus di SMA mengenai kurangnya minat baca akibat mereka kurang tertarik dengan bahan bacaan. Hal itu menyebabkan turunnya stabilitas penilaian dan pendidikan di Indonesia yang membuat nilai-nilai saat ujian akhir jelek dan mereka pun gagal dalam melanjutkan ke universitas.

Akar permasalahannya tampak jelas dan perlu adanya perbaikan bagi sistem pendidikan yang dianjurnya memberikan sosialisasi kepada para orang tua sejak anaknya berumur 6 tahun. Memberikan penjelasan bagaimana cara mendidik karakter anak-anaknya agar mereka tidak dengan mudah melakukan banyak perilaku menyimpang serta membiasakan anak-anaknya untuk membaca buku sejak umut 4 tahun.

Tentu saja hal itu sangat jelas akan berdampak baik bagi negara yang kita cintai karena akan menumbuhkan sosok-sosok yang mempunyai nilai pendidikan yang tinggi dan dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

Cara Menumbuhkan Minat Baca
Adapun cara-cara yang dapat menumbuhkan minat baca siswa era milenial bagi orang tua dan guru. Cara ini akan efektif jika orang tua dan guru bekerjasama dalam proses penerapannya. Hal yang pertama dilakukan adalah menyediakan waktu khusus untuk membaca buku. Para orang tua dapat membuatkan satu ruang baca untuk anaknya dan juga memberikan waktu untuk mereka untuk membaca setiap hari selama 15 menit.

Hal itu akan tertanam dengan sendirinya oleh anak-anak untuk rajin dalam membaca buku. Kemudian disekolah dibuatkan pojok baca yang isinya mengenai buku-buku ensiklopedia yang mengasah kemampuan anak untuk berfikir terus menerus dan mau tidak mau ia akan mencari tahu lebih banyak lagi tentang hal yang ia baca. Cara kedua dengan mengupdate kembali buku-buku bacaan bagi anaknya.

Disini orang tua berperan penting untuk mencarikan bahan buku yang cocok untuk anaknya setiap minggu. Hal itu digunakan untuk menstimulus anak agar rasa ingin tahunya semakin tinggi dan berusaha mencari jawaban-jawaban yang ia pertanyakan. Mengupdate buku-buku terbaru sangat penting dilakukan oleh orang tua agar pengetahuan sang anak tidak hanya sebatas pada dunia pelajaran disekolah namun pada dunia umum.

Oleh karena itu, cara yang tepat untuk menumbukan minat baca anak milenial adalah dengan memberikan stimulus kepada mereka mengenai membaca dan buku dari umur 4 tahun. Hal itu tentu saja dapat menjadikan hobi bagi sang anak dalam mencari ilmu-ilmu yang ada.