Pawai Seni Budaya Harjalu ke-764 Makan Korban

Lumajang, Motim - Pawai Seni Budaya dalam rangka Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-764, yang mulai digelar Sabtu (7/12), siang memakan korban. Ada 3 orang penonton mengalami luka-luka ketika hujan deras dan angin kencang terjadi.
Tenda penonton di dekat garis start roboh
Tenda penonton di dekat garis start roboh
Seperti diketahui, tak lama setelah peserta diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah Agus Triyono, hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Lumajang. Para penonton pun berusaha mencari tempat berteduh.

Dampak cuaca ekstrem itu banyak pohon tumbang di beberapa titik, salah satunya di sekitar Alun-Alun. Tenda penonton di Alun-Alun Timur juga roboh karena tak kuat diterjang angin kencang.

Dari 3 korban tersebut, 2 diantaranya terluka usai tertimpa pohon tumbang ketika berteduh di Pos Jaga Pemkab. Sementara 1 korban lagi, terluka usai tertimpa tenda penonton di Alun-Alun yang roboh.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melaporkan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Adapun korban tertimpa pohon bernama Widiono dan Mohammad Ali. Sementara yang tertimpa tenda bernama Maslaha.

Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Sudah di RSUD dr. Haryoro. Panitia pelaksana juga mendampingi korban di rumah sakit,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD, Wawan Hadi Siswoyo.

Pelaksanaan Pawai Seni Budaya sendiri akhirnya terganggu dengan adanya cuaca buruk yang terjadi. Peserta kehujanan sehingga harus berteduh terlebih dulu. Ada juga yang memaksa melanjutkan. Terlihat juga peserta anak-anak yang dijemput orangtua sebelum mencapai garis finish.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang ini diikuti para pelajar dari sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA maupun yang sederajat. Ditambah dari masyarakat umum.

Sementara Sekretaris Daerah, Agus Triyono saat sebelum memberangkatkan peserta menyampaikan, orang tua harus memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan minat dan bakat seni.

“Ayo mari kita berikan kesempatan anak-anak yang punya talenta, memberikan kesempatan untuk tampil di acara seperti ini,” terangnya seperti dikutip dari rilis Humas dan Protokol Pemkab Lumajang.

Karena menurutnya, peran orang tua sangat penting untuk mendukung bakat yang dimiliki oleh anak. Sehingga bakat yang dimiliki anak bisa terus diasah. (cho/fit)